BARCELONA, MAL – Viralnya kembali foto Lionel Messi yang tengah membantu memandikan bayi Lamine Yamal membuat banyak orang terpukau dengan kisah pertemuan dua generasi pesepak bola dunia.
Namun banyak yang tidak tahu, di balik foto yang kini dianggap ikonik tersebut, tersimpan sebuah misi kemanusiaan yang selama ini jarang mendapat perhatian publik.
Foto yang diambil pada 2007 itu sejatinya bukan dibuat untuk kepentingan promosi sepak bola ataupun dokumentasi pribadi.
Gambar tersebut merupakan bagian dari proyek kalender solidaritas hasil kolaborasi antara Fundación FC Barcelona, Diario Sport, dan UNICEF yang bertujuan menggalang dana bagi berbagai program kemanusiaan untuk anak-anak.
UNICEF Spanyol menegaskan bahwa foto yang kembali viral itu merupakan dokumentasi asli dari kegiatan amal yang kemudian diterbitkan dalam kalender solidaritas edisi 2008.
Organisasi tersebut menjelaskan bahwa inisiatif kalender solidaritas telah dimulai sejak 2005 dan menghasilkan enam edisi. Setiap tahun, pemain-pemain FC Barcelona berpartisipasi dalam sesi pemotretan bersama anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye perlindungan hak-hak anak.
Pada salah satu sesi pemotretan tahun 2007, Lionel Messi dipasangkan dengan seorang bayi berusia sekitar lima bulan bernama Lamine Yamal. Bayi itu hadir bersama ibunya, Sheila Ebana, setelah keluarganya terpilih mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam foto yang kemudian mendunia itu, Messi terlihat membantu memandikan Yamal, sementara sang ibu mendampingi di sampingnya. Tidak ada satu pun pihak yang menyangka momen sederhana tersebut kelak menjadi salah satu foto paling dikenang dalam dunia sepak bola.
Fotografer Joan Monfort, yang mengabadikan momen tersebut, menyebut semuanya terjadi secara tidak disengaja.
“Itu adalah sebuah kebetulan dalam hidup. Pada saat itu, tidak mungkin membayangkan apa yang akan terjadi hampir 20 tahun kemudian. Itu merupakan pertemuan berbagai hal yang hanya terjadi sekali,” ujarnya sebagaimana dikutip UNICEF Spanyol.
Menggalang Dana untuk Anak-anak
Di balik pemotretan tersebut, terdapat tujuan yang jauh lebih besar daripada sekadar menghasilkan foto menarik.
UNICEF Spanyol menjelaskan bahwa sebanyak 50 persen hasil penjualan kalender solidaritas dialokasikan untuk mendukung berbagai program UNICEF di negara-negara berkembang. Dana tersebut digunakan untuk membantu pemenuhan hak-hak anak, termasuk akses terhadap pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Kolaborasi itu menjadi bagian dari kemitraan yang dibangun UNICEF dan Fundación FC Barcelona sejak 2006. Kedua lembaga bekerja sama memanfaatkan kekuatan olahraga sebagai sarana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak-anak yang hidup dalam kondisi rentan.
Melalui proyek tersebut, para pemain Barcelona tidak hanya menjadi ikon olahraga, tetapi juga ikut menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan kepada masyarakat luas.
Messi dan Komitmen Bersama UNICEF
Keterlibatan Lionel Messi dalam kegiatan tersebut bukanlah hal baru.
UNICEF mencatat Messi telah menjalin kerja sama dengan organisasi itu sejak 2004. Enam tahun kemudian, tepatnya pada 2010, kapten tim nasional Argentina tersebut resmi diangkat sebagai Duta Besar UNICEF.
Setelah menerima penunjukan tersebut, Messi menyampaikan bahwa sepak bola telah memberinya banyak kebahagiaan dan kesempatan sehingga ia ingin memanfaatkan pengaruhnya untuk membantu anak-anak di seluruh dunia.
Komitmen tersebut menjadikan Messi sebagai salah satu atlet yang aktif mendukung berbagai kampanye kemanusiaan UNICEF selama bertahun-tahun.
Ketika Misi Sosial Tertutup Kisah Viral
Foto Messi dan bayi Lamine Yamal pertama kali kembali menjadi perhatian publik pada 2024 setelah diunggah ayah Yamal di media sosial dengan keterangan “El comienzo de dos leyendas” atau “Awal dari dua legenda.”
Unggahan itu langsung menyebar ke berbagai negara dan memunculkan beragam komentar. Sebagian besar perhatian publik tertuju pada kisah unik bahwa bayi dalam foto tersebut kini telah tumbuh menjadi salah satu pemain muda terbaik di dunia.
Popularitas foto itu kembali meningkat pada 2026 seiring kiprah Lamine Yamal di panggung sepak bola internasional.
Namun, di tengah derasnya pembahasan mengenai hubungan simbolis antara Messi dan Yamal, tujuan utama di balik pemotretan tersebut justru nyaris terlupakan.
Padahal, sejak awal proyek itu dirancang untuk menggalang dukungan terhadap anak-anak yang membutuhkan bantuan, bukan sekadar menghasilkan dokumentasi bersama pemain Barcelona.
Kolaborasi antara FC Barcelona Foundation dan UNICEF menjadi salah satu contoh bagaimana olahraga dapat dimanfaatkan untuk mendorong kepedulian sosial.
Popularitas para pesepak bola digunakan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap isu-isu kemanusiaan yang sering kali luput dari sorotan.
Hampir dua dekade setelah foto itu diambil, publik kini mengenangnya sebagai potret langka yang mempertemukan Lionel Messi dan Lamine Yamal.
Namun, di balik kisah dua generasi pesepak bola tersebut, tersimpan pesan yang tetap relevan hingga kini: bahwa olahraga juga dapat menjadi jembatan untuk memperjuangkan hak-hak anak dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

