PALU – Setelah penundaan akibat Gempa Bumi M6,7 Selasa, (16/6) lalu, Festival Ranjuri pertama siap digelar pada 25 Juni 2026 mendatang di kawasan Hutan Ranjuri, Kabupaten Sigi.
Selain menjadi ajang promosi potensi alam dan budaya, kegiatan ini juga akan menjadi momentum peluncuran konsep pengembangan Hutan Ranjuri sebagai kawasan ekowisata yang akan diresmikan langsung oleh Bupati Sigi.
Ketua Panitia Festival Ranjuri, Fablu Aimar, saat dihubungi, Sabtu (20/6) siang, menuturkan seluruh persiapan kegiatan telah rampung dan siap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah seluruh persiapan sudah rampung,” ujarnya.
Fablu menjelaskan, Festival Ranjuri akan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang mengedepankan pelestarian lingkungan, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat. Beberapa agenda yang akan dilaksanakan antara lain jelajah hutan, dialog publik, penanaman pohon, sosialisasi hukum adat, pameran dan stand UMKM, serta pertunjukan seni yang akan digelar pada malam hari.
Menurutnya, dialog yang menjadi salah satu agenda utama festival akan melibatkan sejumlah narasumber dari instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Dinas Kehutanan, serta para pelaku dan pengelola ekowisata yang telah berhasil mengembangkan destinasi wisata berbasis lingkungan sebagai bahan percontohan bagi pengelolaan Hutan Ranjuri.
“Kami juga mengundang seluruh Sekolah Dasar se-Kecamatan Marawola dan beberapa kelompok pecinta alam untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fablu menegaskan bahwa tujuan jangka panjang dari festival tersebut adalah mewujudkan tata kelola Hutan Ranjuri yang lebih tertib dan profesional. Pengelolaan kawasan nantinya akan dilakukan melalui sistem administrasi satu pintu sehingga seluruh aktivitas dan pengembangan kawasan dapat dikelola secara terstruktur dan berkelanjutan.
“Pengelolaan Hutan Ranjuri akan kami tertibkan dan dikelola melalui administrasi satu pintu agar seluruh kegiatan dapat termanajemen dengan rapi,” pungkasnya.
Festival Ranjuri diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan potensi wisata berbasis konservasi di Kabupaten Sigi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai aset lingkungan dan ekonomi daerah.

