PALU, MAL – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama, Prof. Lukman Thahir, mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada hoaks yang marak beredar di media sosial pascagempa 6,7 magnitudo.

“Jangan menyebarluaskan informasi-informasi terkait gempa susulan, terkait megathrust dan seterusnya pascagempa Palu 6,7 magnitudo, jika informasi tersebut bukan berasal dari lembaga/instansi resmi yang berwenang mengeluarkan informasi tersebut,” kata Profesor Lukman Thahir, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama, Kamis (18/6).

Situasi terkini di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan wilayah sekitarnya, dilaporkan telah kondusif dan masyarakat kembali tenang.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Pemerintah Kota Palu, serta Pemerintah Kabupaten Sigi, terus mengintensifkan langkah-langkah pemulihan pascagempa 6,7 magnitudo. Penting untuk tetap waspada hoaks gempa yang dapat mengganggu ketenangan publik.

Sebagai respons cepat, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid telah menerbitkan surat keputusan mengenai penetapan status tanggap darurat bencana alam gempa bumi.

Status ini berlaku selama tujuh hari, dimulai dari tanggal 17 hingga 23 Juni 2026, mencakup Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Parigi Moutong. Masyarakat diimbau untuk merujuk informasi resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau pemerintah daerah agar terhindar dari informasi hoaks gempa.

“Artinya, pemerintah kita sejak bencana alam tersebut melanda, pemerintah fokus untuk melakukan penanggulangan pascagempa untuk pemulihan. Nah, status tanggap darurat ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk percepatan pemulihan warga dalam penanganan pasca bencana,” kata Lukman Thahir.

Oleh karena itu, Rektor menekankan bahwa upaya pemulihan yang sedang dilakukan secara bersama antara pemerintah dan berbagai pihak tidak boleh diganggu oleh penyebaran informasi palsu. Tetap waspada hoaks gempa dan jangan mudah percaya informasi yang tidak jelas sumbernya.

“Hoaks adalah informasi yang menyesatkan masyarakat, membuat gaduh, dan membuat kepanikan dan trauma yang dalam,” ungkap Profesor Lukman Thahir, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama.

Rektor juga mengimbau keras para pengguna media sosial, termasuk Facebook, Instagram, dan TikTok, agar tidak ikut menyebarluaskan informasi-informasi yang tidak jelas sumbernya.

Informasi semacam itu berpotensi menimbulkan kegaduhan dan kepanikan di kalangan warga, terutama pascagempa 6,7 magnitudo. Mari bersama waspada hoaks gempa demi menjaga ketenteraman publik.