PALU, MAL – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni Islam Indonesia Timur (POROS INTIM) IV Tahun 2026.
Persiapan ajang ini telah dibahas dalam kunjungan pimpinan UIN Datokarama Palu ke rumah jabatan Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, belum lama ini.
Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Lukman S. Thahir, bersama jajaran pimpinan disambut hangat oleh Wali Kota Hadianto Rasyid.
Dalam audiensi tersebut, pihak UIN Datokarama Palu memaparkan berbagai persiapan yang telah dilakukan untuk kegiatan berskala regional ini.
POROS INTIM IV Tahun 2026 akan mempertemukan mahasiswa dari 14 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia Timur.
Ajang POROS INTIM IV UIN Datokarama 2026 akan mempertandingkan enam cabang olahraga meliputi catur, tenis meja, bulutangkis, sepak takraw, taekwondo, dan pencak silat.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai cabang ornamen seni dan keagamaan yang menarik.
Cabang ornamen seni dan keagamaan tersebut meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), dan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK). Peserta juga akan berkompetisi dalam lomba Pop Solo Islami, nasyid, debat konstitusi, kaligrafi, serta pidato tausiyah.
Di bidang akademik, POROS INTIM IV UIN Datokarama 2026 turut memperlombakan cabang Karya Tulis Ilmiah (KTI). Kategori yang akan dilombakan dalam KTI adalah KTI Al-Qur’an dan KTI Al-Hadits, menambah dimensi intelektual pada kegiatan ini.
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Palu sebagai tuan rumah. POROS INTIM IV Tahun 2026 dianggap penting tidak hanya sebagai wadah kompetisi tetapi juga sarana mempererat persaudaraan.
“Pemerintah Kota Palu menyambut baik pelaksanaan POROS INTIM IV Tahun 2026. Kegiatan ini sangat positif karena menjadi ruang silaturahmi, kolaborasi, pengembangan potensi dan bakat mahasiswa, sekaligus memperkenalkan Kota Palu kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia Timur,” kata Hadianto Rasyid. ***

