PALU, MAL – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu pada Senin (15/06) menggelar pelantikan pejabat Palu, yakni tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama eselon 2b. Acara penting ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Palu Hadianto Rasyid bertempat di Gedung Kesenian Kota Palu.

Turut hadir dalam pelantikan pejabat Palu tersebut Wakil Wali Kota Palu, Ketua DPRD Kota Palu, Kajari Palu, Kapolresta Palu, Dandim Palu, dan Sekretaris Kota Palu. Seluruh Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemerintah Kota Palu juga nampak hadir menyaksikan.

Tujuh pejabat eselon 2b yang dilantik adalah Moh Fahri, SE, M.Si sebagai Staf Ahli bidang Infrastruktur dan Lingkungan Kota Palu. Rahmad Mustafa, S.STP. M.Si kini menjabat sebagai Asisten 2 bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu.

Ismayadin DJ Parigade, ST, MT dilantik sebagai Kepala Dinas PU Kota Palu. Sementara Irvan, ST.M.Si kini menjabat selaku Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Palu.

Dr Ahmad Rizal Arma, SE. MM dipercaya sebagai Kepala Bappeda Kota Palu. Untuk jabatan Kadis Pemuda dan Olahraga Kota Palu diisi oleh Bahtiar, S.STP, dan Kasatpol PP Kota Palu saat ini adalah Dr Muhlis, SPd. Sm.Si. Ini adalah bagian dari pelantikan pejabat Palu yang diharapkan membawa perubahan.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid dalam sambutannya menyatakan bahwa pelantikan yang telah melalui tahapan seleksi ini diharapkan mampu menjawab ekspektasi masyarakat Kota Palu.

“Semua pejabat diharapkan akan mampu menerapkan program kerja yang ada, program kerja ini merupakan komitmen yang dituangkan dalam lembar negara yang kemudian atas hal tersebut masyarakat telah memilih kami sebagai kepala Daerah,” kata Hadianto Rasyid, Wali Kota Palu.

Oleh karena itu, Hadianto menambahkan, program kerja 35 di periode kedua dan 53 pada periode pertama yang diakumulasikan menjadi program 88 ini wajib dilaksanakan dan dikawal dengan baik oleh seluruh perangkat yang ada. Program-program ini adalah inti dari visi Pemerintah Kota Palu.

“Karena ini adalah bentuk komitmen perjanjian saya dengan masyarakat Kota Palu,” tuturnya.

Menurutnya, jika seluruh program tersebut berjalan dengan baik, maka hal itu merupakan hasil dari pelantikan pejabat Palu yang dilakukan secara objektif. Ia menegaskan proses seleksi dilakukan secara transparan.

“Saat penilaian dalam seleksi pengisian jabatan ini hingga ke tiga besar saya selaku Wali Kota tidak memberikan intervensi, proses yang dilakukan secara terbuka dan transparan,” tutup Hadianto Rasyid.