60 Sekolah Terpencil di Parimo Alami Keterbatasan Tenaga Pendidikan

oleh -
Laporan Sekretaris Dikbud Parimo, Sunarti terkait masalah pendidikan di wilayah Parimo. (FOTO: MAWAN)

PARIMO – Sebanyak 60 sekolah terpencil di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), masih mengalami keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan. Sekolah-sekolah terpencil itu tersebar di Kecamatan Palasa dan Tinombo.

Sekretaris Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Parimo, Sunarti, saat kegiatan rembuk pendidikan yang dihadiri Direktur Sekolah dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, di Pantai Lolaro, Sabtu (16/10), mengatakan, keterbatasan yang dialami sekolah di wilayah terpencil itu adalah tenaga pendidik serta permasalahan lainnya.

Ia menuturkan, adanya program ini akan membantu peserta didik untuk bebas memperoleh pendidikan di mana saja, kapan saja dan dari sumber apa saja.

Olehnya, kata dia, program ini akan disinergikan dengan program pemerintah daerah yakni Parimo Cerdas.

“Melalui rembuk pendidikan akan melahirkan gagasan yang mendukung program tersebut sehingga menemukan solusi tentang berbagai masalah pendidikan di wilayah Parimo,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari hasil rembuk pendidikan menghasilkan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk membantu permasalahan para guru, khususnya yang mengajar disekolah terpencil, melahirkan ide-ide pendidikan yang dituangkan dalam pembangunan daerah.

Kegiatan ini melibatkan komunitas adat terpencil (KAT), pengurus PGRI Kabupaten, koordinator wilayah satuan pendidikan, PKG, KKG, MKKS, guru pengerak serta instruktur pendidikan jarak jauh.

Reporter: Mawan
Editor : Rifay