POSO – Yayasan Panorama Alam Lestari (Y.PAL) menggelar workshop pembelajaran bertajuk “Merawat Dampak, Menguatkan Komitmen”. Kegiatan itu sekaligus menutup fase pelaksanaan program Empower di Kabupaten Poso dengan sejumlah capaian, Kamis (26/2).
Workshop yang berlangsung di Ancyra Hotel Poso itu, menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi lintas pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan dampak program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan beberapa tahun terakhir bersama Save the Children dan Cargill Cocoa & Chocolate.
Direktur Y.PAL Poso, Yopi Hary mengatakan, program Empower sendiri berfokus pada peningkatan kesejahteraan anak melalui penguatan sistem perlindungan anak berkelanjutan. Serta, memperkuat kapasitas komunitas petani kakao, baik perempuan maupun laki-laki. Agar mampu memastikan hak, perlindungan, dan pemenuhan kebutuhan anak terpenuhi secara sistematis.
Di Poso, pendekatan EMPOWER tidak berhenti pada pelatihan teknis budidaya, tetapi menyasar akar persoalan sosial ekonomi yang kerap bertautan dengan kerentanan anak di wilayah rantai pasok kakao.
“Kami membangun kolaborasi multipihak dari desa hingga kabupaten, guna memastikan perlindungan anak menjadi agenda bersama, bukan sekadar wacana,” ujar Yopi.
Selama implementasi, kata Yopi, pemerintah desa dan kabupaten tercatat memberi dukungan melalui kebijakan, penganggaran, dan koordinasi dalam pencegahan serta penanganan isu perlindungan anak.
“Komitmen ini mempertegas bahwa tanggung jawab perlindungan anak tidak berhenti di keluarga, tetapi menjadi bagian dari tata kelola pembangunan daerah,” imbuhnya.
Di tingkat komunitas, lanjutnya, petani dan pengasuh mulai mengadopsi pola asuh positif serta terlibat aktif dalam mekanisme perlindungan anak berbasis masyarakat.
“Kesadaran kolektif ini menjadi fondasi penting untuk mencegah kekerasan, eksploitasi, maupun praktik-praktik yang merugikan tumbuh kembang anak,” tegasnya.
Program ini juga mendorong penguatan ekonomi keluarga. Melalui pembentukan kelompok simpan pinjam berbasis komunitas atau Village Savings and Loan Association (VSLA), literasi dan inklusi keuangan petani kakao meningkat. Ketahanan ekonomi keluarga dinilai berbanding lurus dengan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar anak, termasuk pendidikan dan kesehatan.
Tidak kalah penting, perempuan dan pemuda memperoleh akses lebih luas terhadap keterampilan hidup dan peluang penghidupan di sektor kakao.
“Partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan komunitas menguat, sekaligus memperluas ruang kepemimpinan generasi muda dalam rantai pasok yang lebih bertanggung jawab,” tukasnya.
Menurutnya Workshop Program Learning sebagai bentuk akuntabilitas kepada para pemangku kepentingan. Sehingga, kegiatan ini menjadi momentum refleksi dan diseminasi capaian.
“Kami ingin memastikan praktik baik yang lahir dari EMPOWER tidak berhenti saat program selesai, tetapi berlanjut sebagai komitmen bersama demi kesejahteraan anak-anak Poso,” tutupnya.

