UPT Taman Budaya dan Museum Disdikbud Sulteng Gelar Pameran Senjata Tradisional

oleh -
Serah terima cinderamata lukisan senjata tradisional pasatimpo hasil buah karya siswa SD Unggulan Putra Kaili Permata Bangsa Sulawesi Tengah, pada saat pembukaan pameran senjata tradisional, Senin (6/6). FOTO: NAJIHA

PALU-  UPT Taman Budaya dan Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Pameran Khusus Senjata Tradisional Sulawesi Tengah dan lomba permainan tradisional Tilako, tingkat SMP/MTs se Kota Palu, di Halaman Taman Budaya dan Museum Sulteng, Senin (6/6).

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V Widarusliana.

Pameran khusus senjata tradisional mengambil tema “Menemukenali Karakter Dan Jatidiri Masyarakat Sulawesi Tengah Melalui Senjata Tradisional”, dan lomba permainan tradisional Tilako tingkat SMP/MTs se Kota Palu dengan tema “Permainan Tradisional Tilako Sebagai Media Penguatan Jatidiri Dan Karakter Bangsa”.

Ketua panitia kepala UPT Taman Budaya dan Museum, Ahmad M. Tandju dalam laporannya mengatakan, materi pameran senjata tradisional yaitu guma, pasatimpo, kris, sumpit dan lainnya.

Dia menyebutkan, dasar pelaksanaan kegiatan adalah Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Undang-Undang nomor 5 tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan, Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 1995 tentang Pemeliharaan dan Pemanfaatan Cagar Budaya, di museum.

Ia juga menambahkan, adapun maksud dari kegiatan pameran adalah untuk lebih mengoptimalkan museum sebagai lembaga pendidikan non formal, bergerak di bidang kebudayaan dalam penyebarluasan informasi dan pelestarian, sekaligus menstimulasi masyarakat untuk berkunjung ke museum dan berperan aktif, guna meningkatkan kecintaan dan kebanggaan terhadap daerah Sulteng.

“Sedangkan tujuannya adalah memperkenalkan dan mempublikasikan kepada masyarakat khususnya sekolah-sekolah akan tugas pokok fungsi peranan, dan tujuan museum sebagai unit pelaksana teknis di bidang kebudayaan dan media pendidikan non formal, meningkatkan apresiasi budaya, memberikan motivasi, serta mendorong kreatifitas dan imajinasi bagi para siswa dan masyarakat melalui senjata tradisional dan lomba permainan tradisional,” katanya.

Adapun pengunjung pameran ini yaitu guru-guru, siswa TK sampai SMA, dosen, dan mahasiswa, beberapa stakeholder dan elemen masyarakat yang ada di Kota Palu dan sekitarnya. Sedangkan peserta lomba adalah siswa-siswa putra SMP/MTs negeri dan swasta se kota Palu.

“Kami menyadari bahwa kegiatan pameran khusus dan lomba permainan tradisional yang kami selenggarakan ini belumlah memenuhi harapan kita semua. Oleh karena itu lewat kesempatan ini kami senantiasa terbuka dan menerima sumbang saran yang konstruktif dari semua pihak untuk penyempurnaan kegiatan serupa pada masa mendatang” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Sulteng Yudiawati V Widarusliana menyampaikan saat ini, sedang dalam proses koordinasi Perda tentang Kebudayaan bersama pemerintah provinsi, khusunya gubernur dan juga bersama ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.

“Kami akan terus melaksanakan ini berjuang, sehingga kami bisa seperti beberapa provinsi lainnya,” ucap Yudiawati dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan ditahun 2023 akan berupaya mendorong berdirinya Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah (terpisah dari Dinas Pendidikan).

“Jadi sudah ada tujuh provinsi yang punya dinas kebudayaan, sehingga undang-undang tentang kemajuan kebudayaan ini bisa diwujudkan jadi antara pendidikan dan kebudayaan itu bisa seiring dan sejalan,” katanya.

Di penghujung pembukaan, salah satu pengunjung yaitu SD Unggulan Putra Kaili Permata Bangsa Sulawesi Tengah memberikan cendramata ke museum berupa lukisan senjata adat tradisional pasatimpo yang merupakan hasil buah karya siswa sekolah tersebut.

Reporter: NAJIHA
Editor: NANANG