Sulteng dan DKI Jakarta Bersaing di Cabang Bulu Tangkis

oleh -
Atlet Tenis Meja Kemenag Sulteng, Rafsanjani Malewa (kedua dari kiri), saat foto bersama atlet tuan rumah Yogjakarta dan wasit sebelum bertanding. (FOTO: Kemenag Sulteng).

YOGYAKARTA – Kontingen Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah dan DKI Jakarta bersaing dengan ketat di babak penyisihan grup putra, cabang Bulutangkis tingkat madrasah Tsanawiyah (MTs), dalam Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) tingkat Nasional tahun 2017 di Yogyakarta.

Namun upaya keras dari Sulteng akhirnya kandas oleh DKI Jakarta dan harus puas pada posisi runner-up group. Demikian halnya ditingkat putri, atlet-atlet Kemenag Sulteng juga harus puas di posisi III penyisihan grup, takluk dari kontingen Sulawesi Barat, NTB dan Kepulauan Riau.

“Anak-anak sudah bermain baik, cuma mental bertanding yang perlu dibina. Ini juga disebabkan karena minimnya mengikuti turnamen-turnamen di daerah,” kata Muslimin, Pembina cabang Bulutangkis Sulteng yang dihubungi dari Palu, Rabu (9/8) malam.

Sementara di cabang tenis meja, atlet-atlet Kemenag Sulteng di tingkat MTs dan Aliyah belum mampu lolos di babak selanjutnya.

“Kelemahan anak-anak kita hanya di faktor mental. Dari segi permainan sebetulnya mereka mampu bersaing, dan mampu menang di set-set awal,” kata pembina cabang Tenis Meja, Sunartin Muhammad.

Kanwil Kemenag Sulteng mengirimkan kontigen sebanyak 94 orang untuk Aksioma dan KSM. Kontingen itu terbagi untuk peserta sebanyak 44 orang, pendamping 20 orang dan Official sebanyak 16 orang. ***

Tentang Penulis: Fauzi Lamboka

Gambar Gravatar
Profesi sebagai jurnalis harus siap mewakafkan diri untuk kepentingan publik. Menulis merupakan kebiasaan yang terus diasah. Namun, menulis bukan sekadar memindahkan ucapan lisan ke bentuk tulisan. Tetapi lebih dari itu, mengabungkan logika (akal), hati (perasaan) untuk medapatkan rasa, yang bisa diingat kembali di hari esok.