PALU – Sampah kiriman kembali menyesaki kawasan konservasi mangrove di pesisir Pantai Layana, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kondisi tersebut menghambat rencana penanaman 2.000 bibit mangrove yang digelar relawan, Sabtu (24/1), sehingga kegiatan tersebut terpaksa dibatalkan.

Koordinator Lapangan Mangrove, Eka Widyani, mengatakan sampah kiriman sudah terlihat sejak sepekan terakhir. Namun, jumlahnya terus bertambah dan memuncak pada hari pelaksanaan penanaman.

“Memang sudah ada sampah beberapa hari lalu, tapi hari ini jumlahnya jauh melebihi perkiraan. Saya belum pernah melihat sampah sebanyak ini sebelumnya di kawasan ini,” kata Eka kepada wartawan.

Selain menggagalkan penanaman, tumpukan sampah juga menyebabkan kerusakan pada vegetasi mangrove yang telah tumbuh. Sejumlah mangrove dilaporkan patah dan rusak akibat terjangan sampah yang terbawa arus laut.

Eka menjelaskan, beberapa mangrove yang telah berusia sekitar tiga tahun terlihat hampir patah. Bahkan, jenis mangrove Avicennia marina ditemukan rusak karena tertindih sampah.

“Jenis mangrove ini bibitnya terbatas. Sangat disayangkan karena ada yang sudah tumbuh cukup lama, tetapi rusak akibat sampah,” ujarnya.

Sampah yang menumpuk di pesisir pantai didominasi oleh gelas plastik, botol air mineral, potongan kayu, serta berbagai jenis sampah rumah tangga lainnya. Kondisi ini dinilai ironis, mengingat Kota Palu baru saja meraih penghargaan Piala Adipura.

Sekitar 100 relawan peduli mangrove dikerahkan untuk membersihkan kawasan pesisir. Puluhan kantong sampah yang disiapkan habis terpakai, namun volume sampah yang besar membuat upaya pembersihan belum menunjukkan hasil signifikan.

Saat ini, komunitas Mangrovers terus menggalang relawan dari berbagai kalangan untuk terlibat dalam kegiatan pembersihan lanjutan di kawasan konservasi mangrove tersebut.

“Satu minggu pembersihan rasanya tidak cukup. Kami mengajak masyarakat, komunitas, dan siapa pun yang peduli lingkungan untuk bergabung melakukan clean up bersama di area konservasi mangrove,” tutup Eka.

Mangrovers merupakan gerakan pemuda peduli mangrove yang berdiri sejak 2018. Komunitas ini secara rutin melakukan penanaman, pembersihan, serta edukasi pelestarian ekosistem pesisir.

Hingga 2025, Mangrovers telah menanam sekitar 80.000 mangrove yang tersebar di pesisir Teluk Palu.

Reporter: Mun