Sakit, Delapan CJH Sulteng Batal Berangkat

oleh
Djumaiyah, JCH Sulteng asal Kabupaten Tojo Una-Una nampak sehat wal afiat bersama petugas TPIHI, di Makkah, Selasa (07/08). JCH kloter 05 BPN ini sempat sakit dan harus menjalani perawatan di RSUD DR. Kanujoso Jatiwobowo, Balikpapan. Saat penerbangan ke Jeddah, dia diikutkan dengan kloter 06. (FOTO: IST)

PALU – Ketetapan dari Al-Hakam (Maha Menetapkan), Allah Subhahu Wa Taala (SWT), pastilah yang terbaik bagi umat-NYA. Selalu ada hikmah dari setiap ketetapan itu. Sabar dan tawakkal adalah pilihan terbaik bagi yang mendapatkan ketetapan itu.

Sebagai umat beriman, berencana adalah bagian dari ikhtiar, dan alangkah bijaknya jika rencana itu diterima dengan lapang dada, manakala berubah karena qadarullah.

Hal inilah yang berlaku kepada delapan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Sulteng yang dinyatakan batal ke tanah suci tahun ini, karena terkendala kondisi kesehatan.

Sebagaimana yang dirilis Seksi Data dan Dokumentasi, Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng, kedelapan CJH tersebut adalah Sunarti Sululi Mahmud (65) asal Kabupaten Tojo Una-Una, Sunggu Buraera Mamala (53) asal Kabupaten Sigi, Rosmiati Dereng Kamase (39) asal Kota Palu, Habi Laduruse Bonro (52) asal Kabupaten Donggala, dan Amarudin Lamalla Sufu (49) asal Kabupaten Parimo.

Kelimanya dinyatakan tidak bisa berangkat sejak dari daerah asal (sebelum ke Asrama Haji Transit Palu).

Kemudian Arpan Baharuddin Syuaib (50) dan Nuryati Eddy Rosang (39) asal Kabupaten Tolitoli, serta Satia Sunusi Lawandreng (70) asal Kabupaten Morowali Utara. Ketiganya batal terbang ke Jeddah bersama rombongan, saat masih di Embarkasi Balikpapan.

Kepala Seksi Data dan Dokumentasi, Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh, Kanwil Kemenag Sulteng, H. Arifin, Selasa (07/08), mengatakan, kloter terakhir Sulteng atau kloter 09 Embarkasi Balikpapan (BPN) telah tiba di embarkasi dengan jumlah 195.

Saat menuju Jeddah, kloter tersebut ketambahan satu Jemaah Calon Haji (JCH) dari kloter 08 atas nama Djadjiah Polim Makuta (84) asal Kabupaten Donggala. Djadjiah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura Palu.

“Sampai saat ini JCH yang dirawat di RSUD Balikpapan maupun Klinik Embarkasi Haji Balikpapan  nihil,” katanya.

Ditambahkan Arifin, untuk kloter 05, 06 dan 07 telah tiba di Makkah dan telah melaksanakan ibadah. Sementara kloter 08 diperkirakan baru tiba di Jeddah sekitar pukul 04.30 waktu setempat.

“Sesuai kabar dari masing-masing petugas kloter, bahwa semua JCH Sulteng yang telah berada di Arab Saudi dalam keadaan sehat walafiat,” singkatnya. (YAMIN)

Donasi Bencana Sulbar