PALU, MAL – Palu dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik kuat bermagnitudo 6,7 pada Selasa, 16/06/2026, yang terus diikuti oleh puluhan gempa susulan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di darat, 42 kilometer arah tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer, memicu serangkaian gempa susulan Palu yang signifikan.

Peristiwa ini merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif, khususnya pada sistem Sesar Palu Koro di wilayah Sulawesi Tengah. Analisis mekanisme sumber BMKG mengonfirmasi gempa memiliki pergerakan turun (normal fault) dan tidak berpotensi tsunami.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault). Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” kata Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG.

Hingga Selasa siang, aktivitas tektonik di zona Sesar Palu Koro terus menunjukkan peningkatan gempa susulan. BMKG melaporkan lebih dari 20 kejadian gempa susulan Palu tercatat, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,1.

“Hingga pukul 12:00 WIB, hasil monitoring BMKG telah terjadi 20 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 5,1. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa utama maupun gempa susulan dipicu oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault,” kata Nelly Florida Riama, Deputi Bidang Geofisika BMKG.

Guncangan kuat gempa bumi ini dirasakan selama 4 hingga 6 detik di Kota Palu dengan intensitas VI-VII MMI, menyebabkan kepanikan massal, beberapa bangunan roboh, dan rusaknya Jembatan III Palu. Di Sigi, guncangan V-VI MMI selama 5 detik mengakibatkan kerusakan bangunan, tanah longsor di Gunung Amarora, dan terputusnya aliran air Sokap, sementara Parigi Moutong juga melaporkan kerusakan bangunan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyatakan bahwa pendataan jumlah dan tingkat kerusakan bangunan serta potensi korban jiwa masih berlangsung. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa akibat gempa susulan Palu dan gempa utama.

“Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Menyikapi dampak gempa M6,7, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera menetapkan status tanggap darurat pascagempa. Gubernur Anwar Hafid menekankan prioritas pada keselamatan masyarakat dan kecepatan penanganan.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, membantu masyarakat yang terdampak, dan memastikan seluruh kebutuhan dasar dapat terpenuhi,” kata Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah.

Koordinasi intensif dilakukan antara BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dengan TRC dan Pusdalops BPBD Sigi serta Parigi Moutong untuk asesmen cepat. Sampai saat ini, belum ada kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak gempa susulan Palu.

BMKG dan BNPB mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak termakan isu yang tidak bertanggung jawab, dan selalu mengikuti arahan resmi. Warga diminta mewaspadai gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali, serta menjauhi struktur yang retak.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang,” ujar Abdul Muhari.