PALU, MAL- Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido mengajak pelajar memperhatikan kesehatan sejak usia sekolah, khususnya dalam mencegah anemia yang dapat mengganggu aktivitas dan proses belajar.
Pesan itu disampaikan Reny saat membuka Bakti Sosial Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka HUT ke-36 Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) Cabang Palu di Aula SMA Negeri 1 Palu, Jumat (25/9).
Kegiatan mengusung tema “Remaja Berani Tanpa Anemia” dengan agenda deteksi golongan darah dan edukasi pencegahan anemia bagi para siswa.
Reny mengatakan, membangun generasi unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya melalui pendidikan. Kesehatan juga menjadi bagian penting agar generasi muda dapat belajar, beraktivitas dan berkembang secara optimal.
“Anak-anak muda adalah bagian penting dari masa depan daerah kita. Membangun generasi unggul tidak cukup hanya dengan pendidikan akademik. Kita juga harus memastikan generasi muda tumbuh sehat, kuat, percaya diri dan memiliki kesadaran terhadap kesehatan dirinya sendiri,” ujarnya.
Menurut Reny, anemia tidak seharusnya dipandang hanya sebagai persoalan kekurangan darah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kebugaran, konsentrasi belajar dan produktivitas remaja.
Ia mengajak pelajar mengenali kondisi tubuh, menjaga pola makan, berolahraga dan tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan. Perhatian juga perlu diberikan kepada remaja putri agar memahami pentingnya pemenuhan gizi selama masa pertumbuhan.
“Jangan anggap kesehatan sebagai sesuatu yang sepele. Kenali tubuh kita, perhatikan kesehatan kita dan jangan ragu melakukan pemeriksaan. Kalau tubuh sehat, kita bisa belajar dengan baik dan mengejar cita-cita,” pesannya.
Kunjungan Reny ke SMA Negeri 1 Palu juga berlangsung dalam suasana akrab. Sebagai alumni sekolah tersebut, ia berbagi pengalaman dan mendorong siswa memanfaatkan masa muda dengan kegiatan positif.
Ia mengingatkan pelajar agar tidak berhenti belajar, aktif berorganisasi, berolahraga dan membangun lingkungan pergaulan yang sehat.
“Kejar cita-cita setinggi langit. Jangan berhenti belajar. Kalian harus sehat supaya bisa terus sekolah, kuliah dan mewujudkan apa yang kalian cita-citakan,” kata Reny.
Dalam kesempatan itu, Reny juga memperkenalkan Program Berani Cerdas kepada para siswa. Ia mendorong lulusan SMA melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan memanfaatkan kesempatan pendidikan yang tersedia melalui program tersebut.
Reny secara khusus menyemangati siswa yang bercita-cita menjadi dokter agar tidak ragu mengejar impian.
“Kalau bisa masuk kedokteran, silakan. Siapa tahu nanti ada di antara adik-adik yang menjadi dokter seperti saya. Yang penting belajar sungguh-sungguh, jaga kesehatan dan jangan takut punya cita-cita tinggi,” ujarnya.
Reny mengatakan, generasi yang akan menyongsong Indonesia Emas 2045 perlu dipersiapkan sejak sekarang. Selain kemampuan akademik, mereka membutuhkan kesehatan, mental yang kuat, akhlak yang baik dan semangat belajar.
Ia juga mengapresiasi pemeriksaan golongan darah yang menjadi bagian dari kegiatan. Menurutnya, informasi mengenai golongan darah merupakan pengetahuan dasar yang penting sekaligus dapat mendorong siswa lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PDS PatKLIn Cabang Palu Rosa Dwi Wahyuni, Kepala SMA Negeri 1 Palu Dahlan Moh. Saleh, unsur Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, jajaran PDS PatKLIn Cabang Palu, dokter spesialis patologi klinik, tenaga kesehatan, dewan guru dan para siswa.**
