Rakerda II PDI-Perjuangan Sulteng Fokus Penambahan Kursi Legislatif

oleh -
Ketua DPD PDI-Perjuangan Sulteng, Muharram Nurdin membawakan sambutan pada pembukaan Rakerda II, di salah satu hotel, di Kota Palu. (FOTO: IST)

PALU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Rapat Kerja Daerah (rakerda) kedua, di salah satu hotel, di Kota Palu, Senin (08/08).

Rakerda yang mengangkat tema “Meneguhkan Semangat Gotong Royong Desa Kuat Indonesia Maju” tersebut dihadiri Wakil Bendahara Umum DPP Rudiyanto Tjen, Anggota DPR RI yang juga Sekretaris DPD PDI-Perjuangan Sulteng Matindas J Rumambi, dan unsur pengurus serta anggota DPRD se Sulteng.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sulteng, Muharram Nurdin, mengatakan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-Perjuangan telah memberikan target kepada PDI-Perjuangan Sulteng agar bisa menambah perolehan kursi di DPR-RI.

“Setidak-tidaknya dua kursi dari dapil Sulawesi Tengah. Saya sampaikan bahwa kami akan berusaha, apapun caranya mudah-mudahan bisa tercapai,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, untuk DPRD provinsi juga ditargetkan bisa menaikan perolehan kursi, dari enam kursi saat ini, minimal bisa bertambah menjadi delapan kursi pada pemilihan legislatif (pileg) 2024 mendatang.

“Begitu juga kepada ketua-ketua DPC yang ada di Sulteng, ditarget untuk menaikkan jumlah kursi di masing-masing DPRD. Jadi yang kita bicarakan juga hari ini, salah satunya adalah memetakan di mana PDI-Perjuangan bisa menaikkan perolehan kursi,” tekannya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI-Perjuangan telah memutuskan bahwa perekrutan calon anggota DPRD dimulai pada Bulan Agustus ini. Olehnya, kata dia, yang akan dilakukan adalah bagaimana merekrut calon anggota legislatif yang bisa menambah kursi PDI-Perjuangan

“Yang kita persoalkan adalah ada orang yang mengaku kader tapi tidak pernah kita lihat dalam kegiatan konsolidasi. Tiga tahun terakhir bahkan 10 tahun terakhir tidak pernah kelihatan. Datang memakai baju merah, lalu mengaku kader partai. Lebih baik kita terima orang baru, daripada kader seperti ini,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, di Tahun 2024 nanti, PDI-Perjuangan juga harus keluar sebagai pemenang untuk ketiga kalinya, tentunya dengan cara-cara yang konstitusional.

Olehnya, kata dia, Rakerda kali ini adalah untuk meneguhkan semangat gotong royong dalam rangka menghadapi Pemilu Tahun 2024.

“Karena itu, konflik internal partai atau apapun namanya, seharusnya sudah selesai. Yang kita hadapi adalah “perkelahian” di luar internal partai kita. Kalau kita melihat perkembangan pendaftaran di KPU, paling tidak kita akan menghadapi 11 sampai 14 partai,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulteng itu menambahkan, ada beberapa instruksi yang harus dilaksanakan, antara lain ketaatan untuk memenuhi semua perintah sebagai kader partai. Ia menegaskan bahwa Ketum DPP PDI-Perjuangan telah menyampaikan bahwa prioritas utama adalah instruksi partai.

“Jadi kalau ada kegiatan lain selain kegiatan partai, maka prioritasnya adalah instruksi partai,” tegas Muharram.

Tak sampai disitu, PDI-Perjuangan Sulteng juga diinstruksikan untuk melakukan pendaftaran ke KPU. Ia bersyukur, saat ini kepengurusan partai di Sulawesi Tengah sudah 100 persen dan tentunya sudah siap bersaing dengan partai apapun.

Di Sulteng sendiri, PDI-Perjuangan menjadi pemenang atau berada di posisi ketua DPRD di dua kabupaten, yakni Banggai dan Banggai Laut (Balut). PDI-Perjuangan juga berada di posisi wakil ketua DPRD di tingkat Provinsi Sulteng, DPRD Kabupaten Buol, DPRD Kabupaten Parigi Moutong, dan DPRD Banggai Kepulauan (Bangkep).