PALU – Dalam upaya memperkuat transparansi, keberlanjutan, dan mempererat hubungan dengan pemangku kepentingan, PT Vale Indonesia Tbk, anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) menempatkan peran media sebagai elemen penting dalam penyampaian informasi yang akurat dan bertanggung jawab kepada publik.

Komitmen ini ditegaskan melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali dalam forum silaturahmi buka puasa bersama jurnalis di Morowali, Rabu (11/03) dan di Palu pada Kamis (12/03).

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperdalam pemahaman media mengenai perkembangan proyek serta kebijakan keberlanjutan yang dijalankan perusahaan.

Inisiatif ini juga menjadi bagian dari strategi komunikasi untuk memperkuat keterbukaan informasi dan membangun kepercayaan publik, khususnya di wilayah operasional perusahaan.

Dalam pertemuan tersebut, Perseroan memaparkan perkembangan terbaru Indonesia Growth Project (IGP) Morowali sepanjang 2025.

Proyek besar bernilai investasi sekitar US$2 miliar ini menunjukkan kemajuan signifikan yang mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan standar operasional yang baik.

Pengiriman perdana bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi pada Juli 2025 menjadi tonggak awal operasional proyek sesuai persetujuan RKAB, disusul peresmian fasilitas pembibitan dan nursery sebagai wujud penerapan praktik pertambangan yang ramah lingkungan dan mendukung rehabilitasi lahan.

Progres konstruksi, perizinan, serta pengembangan kawasan pabrik di Sambalagi juga terus berjalan dengan berlandaskan prinsip kehati‑hatian dan tata kelola berstandar tinggi.

Perusahaan menargetkan proyek ini mulai beroperasi bertahap mulai akhir tahun 2026 hingga awal 2027, dengan fokus pada keberlanjutan jangka panjang dan peningkatan nilai tambah ekonomi nasional.

Head of Bahodopi Operation PT Vale, Wafir, menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya menjadi prinsip kerja, tetapi juga arah strategis yang membimbing setiap tahapan pembangunan di proyek Morowali.

“Kami percaya bahwa pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan perlindungan lingkungan, karena keberlanjutan adalah fondasi utama setiap langkah yang kami ambil,” ungkapnya.

Wafir menekankan bahwa keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban, tetapi merupakan pondasi dalam membangun hubungan yang sehat dengan para pemangku kepentingan, khususnya media.

“Kami percaya bahwa transparansi dan komunikasi terbuka adalah kunci membangun kepercayaan. Karena itu, kami selalu terbuka untuk berdialog, menerima masukan, dan berdiskusi secara konstruktif. Semoga kebersamaan sore ini semakin mempererat kolaborasi kita semua,” ujar Wafir.

Para jurnalis yang hadir mengapresiasi komitmen perusahaan dalam menyediakan akses informasi yang transparan terkait proyek dan program yang sedang berjalan.

Mereka menilai bahwa forum ini menjadi wadah dialog yang konstruktif antara perusahaan dan media, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai perkembangan kegiatan di lapangan.

Perwakilan jurnalis Morowali, Fausiah, mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan ruang diskusi yang sangat bermanfaat.

“Kami bersyukur atas perhatian yang diberikan melalui kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini. Selain membuka ruang dialog, acara ini juga semakin mempererat tali silaturahmi antara PT Vale dan insan media. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan apresiasi yang telah diberikan selama ini. Semoga hubungan baik ini dapat terus terjaga dan semakin kuat ke depannya,” katanya.

Sementara itu, jurnalis Palu, Basri, turut memberikan apresiasinya. Ia mengatakan bahwa ruang diskusi semacam ini merupakan bentuk komitmen terhadap keterbukaan.

“Kegiatan seperti ini membantu kami memahami perkembangan proyek serta komitmen PT Vale di Morowali. Komunikasi yang terbuka membuat kami dapat menyajikan informasi yang lebih lengkap kepada masyarakat.

Harapannya, kegiatan ini semakin mempererat kebersamaan, dan kami juga berharap dapat diajak mengunjungi lokasi penambangan di Morowali agar dapat melihat langsung kondisi di lapangan. ***