PPTK dan Rekanan Dugaan Korupsi Stadion Banggai Laut Ditahan

oleh -
PPTK Sam saat digelandang petugas menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Perempuan Kelas III Kabupaten Sigi, Jum'at (29/7). Foto : Dok.Humas Kejati Sulteng

PALU- Tim penyidik kejaksaan tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan penahanan terhadap Sam selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan YL selaku Direktur PT. BBP. SM, keduanya tersangka atas dugaan korupsi pembangunan stadion Banggai Laut 2020, dengan pagu anggaran Rp2,9 miliar.

Tersangka Sam ditahan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III, Kabupaten Sigi, sedangkan tersangka YL, ditahan di rumah tahanan (Rutan) kelas II A Palu, Jum’at (29/7).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), Jacob Hendrik Pattipeylohi, melalui kasi penerangan hukum (Kasipenkum) Kejati Reza Hidayat mengatakan, Sam ditahan berdasarkan surat Perintah Penahanan Kajati Sulteng, Nomor: PRINT- 03/P.2.5/Ft.1/07/2022, tanggal 29 Juli 2022. Sementara YL ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kajati Sulteng Nomor: PRINT-02/P.2.5/Ft.1/07/2022.

“Keduanya ditahan untuk 20 hari ke depan terhitung sejak Jumat 29 Juli 2022 sampai dengan Rabu, 17 Agustus 2022,” sebut Reza.

Ia mengatakan, penahanan terhadap kedua tersangka dilakukan, sebab adanya kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana sesuai dengan Pasal 21 ayat (1) KUHAP.

“Sam ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : Print-03/P.2/Fd.1/07/2022 tanggal 29 Juli 2022 sementara YL ditetapkan berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: Print-02/P.2/Fd.1/07/2022 tanggal 29 Juli 2022,” bebernya.

Ia menambahkan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka, setelah penyidik memeriksa keduanya sebagai saksi dan kemudian melakukan gelar perkara untuk meningkatkan status keduanya dari saksi menjadi tersangka.

“Penyidikan terhadap SAM dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kajati Sulteng Nomor : Print-05/P.2/Fd.1/07/2022 , sedangkan penyidikan terhadap YL dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kajati Sulteng Nomor : Print- 13.b/P.2/Fd.1/07/2022 , Jumat 29 Juli 2022,” tuturnya.

“Untuk nilai kerugian negara , masih dalam perhitungan,” pungkasnya. (IKRAM)