PARIMO – Polres Parigi Moutong (Parimo) mengikuti kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang digelar secara nasional, Kamis (08/01).

Kegiatan panen di wilayah Parimo dipusatkan di Desa Tolai, Kecamatan Torue, dan dilaksanakan serentak melalui siaran langsung (livestreaming) bersama daerah lain di seluruh Indonesia.

Kapolres Parimo, AKBP Hendrawan A. N., mengatakan panen raya jagung yang dilaksanakan Polres Parigi Moutong mencakup total lahan seluas kurang lebih 15 hektare yang tersebar di beberapa desa.

“Untuk wilayah Parimo, panen raya dilaksanakan di Perkebunan desa Tolai serta beberapa titik lain, seperti Desa Ampibabo, Desa Palasa dan Desa Ampibabo. Seluruh kegiatan dilakukan secara serentak dan terhubung langsung secara nasional,” ungkapnya

Ia menjelaskan, dari total lahan 15 hektare tersebut, pihaknya menargetkan hasil panen jagung mencapai 30 hingga 40 ton, meskipun hasil produksi tahun ini dipengaruhi kondisi cuaca panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Cuaca panas memang cukup berpengaruh terhadap hasil panen. Namun kami tetap optimistis target produksi 30 sampai 40 ton jagung dapat tercapai,” jelasnya.

Menurut dia, komoditas jagung memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Parigi Moutong, mengingat luas wilayah serta karakteristik lahan pertanian yang mendukung.

“Jagung sangat potensial dikembangkan di Parigi Moutong. Karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan dari seluruh stakeholder dan masyarakat dalam menyukseskan program ketahanan pangan yang menjadi program unggulan Bapak Presiden,” tegasnya.

Ia menambahkan, Polri berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional melalui pendampingan langsung kepada petani di desa-desa. Pendampingan tersebut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas sesuai arahan Kapolda Suteng dan Kapolres.

“Kami mencanangkan pendampingan di setiap desa melalui peran Bhabinkamtibmas. Target pendampingan sekitar 500 titik, dengan melibatkan pemerintah desa, masyarakat, serta pihak swasta dan perusahaan yang ada di kecamatan,” ungkapnya.

Ia berharap sinergi lintas sektor ini dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di Kabupaten Parimo.