PARIMO – Polres Parigi Moutong (Parimo) mengamankan empat orang terduga pelaku penyalahgunaan narkotika dalam operasi pembersihan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) selama bulan suci Ramadan di wilayah Kecamatan Tomini, Kabupaten Parimo, Rabu (25/2).

Keempatnya diamankan saat diduga tengah pesta sabu di rumah milik warga berinisial DJ (45). Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan delapan paket sabu yang tersimpan dalam bungkus rokok merek Potenza 16 yang diduga milik DJ.

Sementara dari pria berinisial RI (37), warga Desa Ambesia, ditemukan satu paket sabu senilai Rp100 ribu yang disembunyikan dalam kondom bersama sebuah telepon genggam merek Samsung.

Secara keseluruhan, petugas mengamankan sembilan paket sabu serta empat unit telepon genggam berbagai merek, yakni Samsung, Vivo, dan dua unit lainnya. Keempat terduga pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Tomini untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Operasi tersebut juga menyasar sejumlah rumah, warung, dan kios yang dicurigai menjual minuman keras (miras) ilegal.

Di lokasi Ogotumubu, petugas tidak menemukan adanya aktivitas peredaran miras tanpa izin. Namun, temuan penyalahgunaan narkotika terungkap saat tim bergerak ke Desa Ogotomubu.

Kapolsek Tomini, IPTU Sumarlin, SH, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pengedar maupun pengguna narkoba di wilayah hukumnya.

“Menjelang Ramadhan, kami menginginkan masyarakat tetap fokus dalam beribadah tanpa ada gangguan NAPZA. Operasi ini adalah komitmen kami menjaga Tomini tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia menambahkan, penindakan tidak akan berhenti pada pengguna. Pengembangan terhadap jaringan pemasok akan terus dilakukan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dan penguatan fungsi intelijen.

“Kami tidak akan berhenti pada pemakai. Siapa pun yang terlibat dalam jaringan peredaran akan kami kejar. Ini peringatan keras jangan jadikan Tomini ladang narkoba,” tegasnya.

Selain narkoba dan miras ilegal, operasi juga menargetkan berbagai penyakit masyarakat, seperti perjudian konvensional maupun daring, sabung ayam, kepemilikan senjata api dan bahan peledak, premanisme, senjata tajam, prostitusi, geng motor, petasan, hingga kejahatan 4C.

Polisi mengimbau masyarakat Tomini untuk berperan aktif menjaga keamanan dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran narkoba, miras ilegal, atau aktivitas mencurigakan. Identitas pelapor dipastikan akan dirahasiakan.

Operasi ini digelar sebagai upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan target wilayah Tomini bersih dari narkoba dan berbagai bentuk pelanggaran hukum. *