PLN Palu Beri Hadiah Pelanggan Terpilih

oleh -
Foto bersama pegawai PT PLN Area Palu di halaman Kantor PLN Rayon Kamonji, Senin (04/09). (FOTO: MAL/HAMID)

PALU – PT PLN (Persero) Area Palu memberikan hadiah berupa kompor induksi kepada tiga pelanggan rumah tangga terpilih, dengan kategori memiliki track record pembayaran yang stabil, tidak pernah menunggak dan jumlah pembayaran listriknya cukup besar.

Kompor induksi adalah kompor yang menggunakan energi listrik dengan kualitas tiga kali lebih baik dengan suhu yang lebih panas dari kompor gas. Sekalipun menggunakan energi listrik sebesar 1000 Watt, namun jika disentuh tidak akan terasa panas karena tidak mengeluarkan api.

Produk ini juga mengunakan sistem induksi seperti carger handphone.

Pemberian hadiah tersebut berkaitan dengan momen peringatan Hari Pelanggan Nasional Tahun 2017.

Pada momentum itu, PLN juga  mengundang pelanggan-pelanggan premium di Kota Palu sekitar 8 orang dalam rangka silaturahmi sambil berdialog untuk mengetahui  kendala yang bisa ditangani PLN secepatnya.

Manager PT PLN Area Palu, Emir Muahaimin, mengatakan, pemberian hadiah itu adalah wujud peningkatan pelayanan dan apresiasi kepada seluruh pelanggan.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, PLN juga melakukan banyak kegiatan. Tahun ini, pelaksanaannya serentak di seluruh Indonesia. Dalam hal ini, PLN Palu melakukannya bersama, termasuk dengan Rayon Kamonji,” kata Emir di halaman Kantor PLN Rayon Kamonji, Senin (04/09).

Di hari yang sama, PLN juga memberikan pelayanan yang spesial, yakni melakukan sambungan cepat. Jika ada warga yang bermohon pada hari ini dan jaringan yang berada di dekat rumah tersedia, maka langsung dipasang.

Lebih lanjut Emir mengatakan, daftar tunggu (waiting list), semakin hari semakin sedikit, tidak lagi mencapai ribuan. Bahkan jumlahnya paling 20-an kebawah dan dalam waktu seminggu semua sudah dilayani.

Hal ini karena pihaknya mengoptimalkan standar layanan. Jika permintaan pemasangan tidak membutuhkan perluasan dan sebagainya, maka standarnya, harus dinyalakan pada 7 hari setelah membayar biaya penyambungan.

Namun terkadang, kata dia, pelanggan membutuhkan perluasan jaringan. Kalau jaringan tenaga menengah, kisarannya 100 hari baru dinyalakan, namun kalau hanya membutuhkan gardu,  maka cukup 40 hari saja.

Dalam hal kerugian, lanjut dia, jumlahnya juga semakin menurun dengan nilai rata-rata semakin membaik.

Terkait stok, saat ini PLN surplus 10 MW. Jika kondisi PLTU semakin membaik, maka jumlah akan meningkat.

“Sekalipun pasokan batubara di PLTU masih tersendat, tetapi tidak ada pemadaman. Ini karena kita ambil suplay dari Sulewana lebih banyak sebesar hampir 80 MW. Sebenarnya kemampuan Sulewana bisa 195 MW, namun yang diserahkan ke kita hanya sebesar itu, sisanya kita dilayani oleh PLTU,” jelasnya. (HAMID)