PALU – Belum lama ini, legislator DPRD Kota Palu, khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) Palu Timur-Mantikulore, menyatakan tidak akan pernah menghadiri agenda rapat pembahasan Rancangan APBD tahun 2018.
Rapat tersebut dipastikan tidak bakal berjalan karena tidak lengkapnya (kuorum) anggota DPRD yang hadir. Salah satu agenda yang dimaksud adalah jawaban Wali Kota Palu atas pemandangan umum fraksi-fraksi terkait nota RAPBD tahun 2018.
Sikap tersebut akan terus ditunjukkan manakala aspirasi dari konstituennya, tidak terakomodir dalam RAPBD yang dimaksud.
Namun pada kenyataannya, rapat Badan Musyawarah (Bamus) yang dipimpin Erfandy Suyuti telah menyepakati bahwa rapat paripurna tersebut dilanjutkan pada Senin (27/11), tadi malam.
Pimpinan DPRD sendiri memang sudah mengkhawatirkan rencana pemboikotan itu. Sehingga dengan segala pertimbangan, akhirnya pimpinan Bamus sempat menunda rapat dan melanjutkannya dengan rapat di internal fraksi masing-masing.
“Untuk meminimalisir kemungkinan adanya isu pemboikotan, perlu kiranya melaksanakan rapat pimpinan fraksi,” terang pimpinan Bamus, Erfandy Suyuti.
Sementara anggota Bamus dari Fraksi Gerindra, Armin menyebutkan, pihaknya tidak berniat memboikot pembahasan RAPBD.
“Tetapi program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palu tidak mengakomodir hasil reses empat anggota fraksi di dua dapil, maka kebersamaan diutamakan,” katanya.
Dari enam anggota Fraksi Gerindra, hanya dua yang dimasukkan, yakni Thompa dari Mantikolore-Palu Timur dan Armin sendiri dari dapil Palu Selatan-Tatanga.
Olehnya, kata dia, Fraksi Gerindra juga tidak hadir saat agenda rapat sebelumnya.
“Apa mungkin karena hanya kami berdua yang selalu rebut berkicau saat rapat. Kalau saya sendiri waktu itu tidak hadir karena ada urusan lain, saya ke pesta saat itu,” katanya.
Sebelumnya, Anggota DPRD Kota Palu dari Dapil Palu Timur-Mantikulkore, Ridwan Alimuda, mengatakan, banyak aspirasi konstituen yang saat reses yang tidak ter-cover dalam RAPBD. Aspirasi yang dimaksud adalah berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Bahkan kata dia, Pemkot terkesan mengesampingkan aspirasi masyarakat.
“Sangat naïf jika Pemkot mengabaikan hasil reses. Hanya kami dari Mantikolore yang belum terakomodir,” sebut politisi PPP itu. (YUSUF)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.