PALU- Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi tengah (Sulteng) menyebut capaian penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di Prov Sulteng mencapai 24,93 persen.
“Capaian ini masih berada dibawah target telah ditetapkan.” Demikian disampaikan oleh Sekda Prov Sulteng Novalina saat membuka secara resmi Konsultasi Publik Dokumen Rencana Aksi Daerah Gas Rumah Kaca Provinsi Sulteng di Swiss Bell Hotel, Jalan Malonda, Kota Palu, Senin.
Oleh karena itu, kata dia, diperlukan upaya lebih optimal dan berkelanjutan agar target tersebut dapat dicapai.
Ia mengatakan, pada sektor kehutanan, Prov Sulteng berhasil meyumbang penurunan emisi sebear 15.747 ton, CO2 ekuivalen pada 2023.
Selain itu menurutnya, ekosistem mangrove dan pesisir juga memiliki potensi penyimpanan karbon sangat besar. Potensi tersebut menjadi kekuatan penting harus dijaga dan dikembangkan dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi.
Ia mengatakan, dokumen Rencana Aksi Daerah penurunan emisi GRK dibahas , bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan peta jalan operasional harus diimplementasikan secara nyata.
“Ke depan, dokumen tersebut tidak boleh hanya menjadi arsip, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata melalui kerja kolaboratif lintas sektor,” katanya.
Ia menambahkan, dokumen tersebut memuat basis data dan capaian penurunan emisi akurat dan terverifikasi, rencana lanjutan ambisius namun realistis, serta strategi mitigasi mencakup sektor energi, kehutanan dan lahan, pertanian, ekosistem karbon biru, industri serta pengelolaan limbah.
“Dokumen ini menjadi instrumen penting dalam memastikan pemanfaatan dana REDD+ dilakukan secara efektif, akuntabel, dan transparan, serta selaras dengan tujuan pembangunan daerah,” ujarnya.

