Pengurus FPTI Kota Palu Periode 2018-2021 Resmi Dilantik

oleh
Ketua FPTI Provinsi Sulteng, Moh. Amin Panto menyerahkan bendera pataka kepada ketua FPTI Kota Palu, H. Nanang saat pelantikan pengurus FPTI Kota Palu, di Salah satu kafe di Kota Palu. Kamis (29/10) (FOTO : YAMIN)

PALU – Pengurus cabang  Federasi Panjat Tebing Indonesia (Pencab FPTI) Kota Palu, Periode 2018-2021 resmi dilantik oleh Ketua Pengurus daerah (Pengda) FPTI Provinsi  Sulteng, Moh. Amin Panto, di Salah satu kafe di Kota Palu. Kamis (29/10).

Pelantikan itu juga dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Palu,  Sekretaris KONI Kota Palu,  dan sejumlah Pengcab FPTI Provinsi Sulteng.

Ketua FPTI Kota Palu, H. Nanang menyampaikan, bahwa pelantikan itu adalah pelantikan tertunda, yang sejatinya dilaksanakan tanggal 28 September 2018. Karena bencana, pelantikan  baru dilaksanakan.

“Maka dua nama yang sudah almarhum tetap kami masukan dalam susunan pengurus, yakni Sekretaris, Muhammad Fadil yang wafat saat terjadinya bencana dan Wakil ketua II, Eslie Artaban. Mereka berdua banyak memberikan sumbangsih untuk FPTII, dan Ini bentuk pengharaan kami kepada mereka,” ucap Nanang.

Dikesempatan itu, Nanang berjanji, bersama jajaran pengurus akan memajukan panjat tebing di Sulteng, khususnya Kota Palu.

“Disini ada Kadispora, KONI dan Pengda FPTI Sulteng, dukungan sangat kami butuhkan,” pintanya.

Ketua Pengda FPTI Sulteng, Amin Panto mengatakan, pengurus FPTI Sulteng sangat mendukung dan memberi apresiasi atas apa yang dilakukan FPTI Kota Palu, yang tetap mencantumkan nama-nama orang yang memiliki sumbangsih kepada organisasi, meski sudah almarhum.

“Apa yang diinginkan terkait dengan nama-nama personalia dalam kepengurusan FPTI Kota Palu tadi kami sangat mendukung. Maka dari itu mari kita kirimkan surat Alfatehah kepada  almarhum,” ucapnya.

Amin Panto juga mengajak pengurus FPTI Kota Palu untuk terus bekerjasama mengembangkan olahraga itu. Karena menurut dia, panjat tebing sangat terbukti mampu menekan persoalan-persoalan sosial. Khususnya masalah kepemudaan, baik itu narkoba dan lain-lainnya.

“Karena panjat tebing persoalan-persoalan itu bisa diminimalisir, mereka beralih menjadi atlit panjang tebing. Kita harus mendukung itu, karena bagaimanapun mereka aset penerus kita yang harus kita dukung pengembangan bakatnya. Kita harus tunjukan kepada orang-orang bahwa daerah kita mampu melakukan hal yang positif melalui jalur olahraga ini,” ajaknya.

Dikesempatan yang sama, Kadispora Kota Palu, Sumardi mengaku sejak dilantik di Dispora, tidak pernah menganaktirikan satu cabang olahraga, termasuk cabang olahraga panjat tebing.

“Saya buktikan kemarin ade-ade komunitas panjat tebing ini minta sarana pelatihan, kebetulan ada Dispora punya yang menganggur saya pindahkan. Alhamdulillah sudah selesai, dan kemarin serandainya tidak Covid, atas permintaan adik-adik saya bangun lagi disampingnya. Tapi InsyaAllah tahun 2021 saya berjuang untuk membangun sarana itu,” terangnya.

Dipenghujung Sumardi menyampaikan, statusnya sebagai ASN sudah memasuki masa purna. Tetapi dia bertekad  untuk melengkapi semua kebutuhan FPTI Kota Palu.

“Saya akan lengkapi sebelum saya purna. Makanya saya berjuang betul, alat-alat yang kurang disini saya lengkapi  dan itu saya tangani langsung. Saya yakin ini bisa, makanya saya minta kita terus melakukan koordinasi yang baik,” tutupnya. (YAMIN)

Iklan-Paramitha