PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, mengajak Kapolda Sulawesi Tengah yang baru, Brigjen Pol. Nasri Sulaeman, untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Wagub Reny saat menghadiri malam pisah sambut Kapolda Sulawesi Tengah di Sriti, Kamis (21/5).
Dalam sambutannya, Reny menegaskan bahwa komunikasi, koordinasi, dan kerja sama lintas institusi menjadi kunci utama menciptakan daerah yang aman, nyaman, dan kondusif, termasuk menghadapi agenda penting pemerintahan maupun hari besar keagamaan nasional.
“Kami menyambut dengan penuh harapan kiranya Bapak dapat melanjutkan bahkan meningkatkan sinergitas yang telah terbangun dengan baik antara Kepolisian Daerah dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Wagub Reny.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda sebelumnya, Irjen Pol (Purn) Dr. Endi Sutendi, atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polda Sulawesi Tengah.
Reny mengenang eratnya koordinasi bersama Forkopimda selama kepemimpinan Endi Sutendi, salah satunya saat inspeksi mendadak menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 demi memastikan pelayanan dan keamanan masyarakat berjalan optimal.
“Terima kasih Pak Endi, selama Bapak bertugas di Provinsi Sulawesi Tengah, saya tidak pernah mendengar ada petasan. Itu janji Pak Endi waktu itu, Insyaallah selama tahun baru dan lebaran tidak ada satupun bunyi petasan,” ungkapnya disambut apresiasi para undangan.
Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak lepas dari kuatnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Wagub Reny menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Brigjen Pol. Nasri Sulaeman seraya berharap kepemimpinannya mampu membawa Sulawesi Tengah semakin aman, harmonis, dan sejahtera.
“Selamat bertugas kepada Bapak Kapolda yang baru. Semoga membawa Sulteng Nambaso yang aman dan sejahtera,” tutupnya.
Acara malam pisah sambut tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat utama Polda Sulteng, jajaran perangkat daerah provinsi, tokoh masyarakat, organisasi, serta sejumlah mitra kerja terkait.

