SIGI – Pengurus Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Kabupaten Sigi bersama Majelis Pendidikan Pengurus Besar (PB) Alkhairaat meninjau kondisi Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Alkhairaat di Desa Sunju, Kecamatan Marawola, Jumat (22/5).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai upaya mengaktifkan kembali MDA Alkhairaat Sunju agar dapat kembali menjadi tempat pendidikan agama bagi anak-anak di desa tersebut.
Ketua Komda Alkhairaat Kabupaten Sigi, Yahya A. Landua, mengatakan MDA Alkhairaat Sunju sebelumnya pernah aktif dan memiliki jumlah siswa yang cukup banyak. Bahkan, bangunan madrasah juga masih dalam kondisi baik.
“Tentu ini sangat kami sayangkan. Awalnya aktif dengan jumlah siswa yang banyak, kemudian tiba-tiba terhenti. Yang dirugikan tentu para siswa dan juga para tokoh terdahulu di Desa Sunju yang telah berupaya membangun gedung ini sesuai niat awalnya,” ujar Yahya.
Ia bersyukur karena Pemerintah Desa Sunju bersama tokoh masyarakat, dengan dorongan dari PB Alkhairaat, kini berupaya membangkitkan kembali aktivitas belajar di MDA tersebut.
Dalam kunjungan itu, hadir langsung Sekretaris Majelis Pendidikan PB Alkhairaat Ustad Ahmad Hadi Rumi, Habib Umar Aljufri, Ahmad bin Yahya, serta sejumlah pengurus lainnya untuk melihat kondisi madrasah sekaligus mendorong pengaktifannya kembali.
“Insya Allah MDA Alkhairaat Sunju ini bisa aktif lagi pembelajarannya dan kami akan menyiapkan tenaga pengajar,” kata Habib Umar.
Menurutnya, keberadaan MDA merupakan amanah dari pendiri Alkhairaat, Guru Tua, agar pendidikan agama terus hidup di tengah masyarakat dan menjadi bekal bagi generasi masa depan.
“Bila anak-anak tidak dibekali pendidikan agama, maka mereka bisa terseret pada hal-hal negatif. Olehnya, sesuai amanah Habib Saggaf, setiap desa diharapkan memiliki MDA Alkhairaat. Saya mengapresiasi Pemerintah Desa Sunju dan tokoh masyarakat yang berupaya mengaktifkan kembali MDA ini,” tutupnya.

