PARIMO, MAL – Sebanyak 10 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, dinyatakan siap beroperasi setelah menyelesaikan tahapan verifikasi dan validasi.

Koperasi ini diharapkan menjadi akses pasar bagi produk unggulan desa, terutama hasil pertanian, peternakan, serta perikanan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Parigi Moutong, Fit Dewana, mengatakan dari 37 KDKMP yang sedang berproses, 10 gerai telah memenuhi persyaratan operasional setelah diverifikasi dan divalidasi oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

“Parigi Moutong memiliki sejumlah sektor unggulan, yakni kelautan dan perikanan serta pertanian. Kehadiran KDKMP diharapkan membantu desa sekaligus menjembatani pemasaran produk unggulan masyarakat,” ungkapnya, Selasa (13/10).

Ia menjelaskan, dari 37 KDKMP tersebut, sebanyak 10 gerai lainnya masih menjalani verifikasi dan validasi oleh tim lapangan. Sementara itu, tujuh gerai masih dalam tahap pembangunan infrastruktur.

Secara keseluruhan, Parimo ditargetkan memiliki 283 KDKMP sesuai jumlah desa dan kelurahan. Namun, realisasi saat ini baru mencapai 37 unit yang sedang berproses, sehingga pembangunan sisanya akan dilakukan secara bertahap.

Menurut Fit, ketersediaan lahan masih menjadi salah satu kendala dalam percepatan pembangunan gerai koperasi di sejumlah wilayah.

Pemkab Parimo mendorong KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga menjadi pusat layanan ekonomi desa yang mampu menyerap hasil produksi masyarakat dan memperkuat rantai pasok komoditas lokal.

Gerai tersebut dirancang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan pangan dengan harga terjangkau, peralatan pertanian, layanan apotek, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga gudang logistik desa.

“Sebagai pusat layanan ekonomi, KDKMP diharapkan mempercepat perputaran ekonomi di tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.

Fit menambahkan, Dinas Koperasi dan UMKM juga bertanggung jawab mengawasi pengelolaan koperasi, baik reguler maupun KDKMP. Pengawasan mencakup kesehatan permodalan, keberlangsungan usaha, hingga kondisi keuangan pengelola koperasi.

Selain memperluas akses pasar bagi produk lokal, operasional KDKMP diharapkan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa.

Pemkab Parimo menaruh harapan agar pengembangan koperasi tersebut mampu memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat bawah sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. *