PALU – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, menekankan pentingnya sanad keilmuan dalam sambutannya pada peringatan Haul ke-58 Guru Tua atau SIS Aljufri, Rabu (1/3) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah di kawasan Timur Indonesia.
Nusron mengungkapkan rasa syukur atas kehormatan yang diterimanya berupa sorban sebagai simbol pengakuan sebagai bagian dari Abnaul Khairaat sebutan warga Alkhairaat. Ia menegaskan bahwa yang paling utama bukanlah simbol tersebut, melainkan makna di baliknya sebagai bentuk keterhubungan sanad keilmuan dengan para ulama, khususnya kepada Habib Idrus bin Salim Al-Jufri.
“Sanad keilmuan ini sangat penting. Tanpa sanad, kita tidak akan sampai pada pemahaman agama yang benar seperti hari ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sanad keilmuan yang dimiliki Guru Tua tersambung hingga kepada Rasulullah SAW melalui mata rantai para ulama besar, di antaranya Imam Syafi’i, Imam Ja’far Shadiq, hingga kepada Ahlul Bait.
Menurut Nusron, keberadaan Ahlul Bait menjadi penjaga moral dan spiritual bagi suatu negeri. Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak hanya belajar agama melalui media sosial tanpa rujukan yang jelas.
“Banyak yang belajar agama dari media sosial, tanpa sanad dan tanpa guru. Ini berbahaya karena bisa menyesatkan,” tegasnya.
Ia bahkan mengutip sindiran terhadap fenomena tersebut, di mana seseorang belajar agama hanya dari internet seperti YouTube atau mesin pencari, namun tidak mampu memberikan jawaban yang benar ketika diminta fatwa karena tidak memiliki rujukan kitab yang muktabar.
Dalam kesempatan itu, mantan Ketum PP GP Ansor itu juga mengutip pandangan ulama bahwa sanad merupakan bagian penting dari agama. Tanpa sanad, seseorang dapat dengan mudah menyampaikan pendapatnya sendiri tanpa dasar yang jelas.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam diri Guru Tua terdapat berbagai sanad, mulai dari sanad keilmuan, sanad Al-Qur’an, sanad amalan (wirid), hingga sanad pertemuan atau musafahah dengan para ulama yang tersambung hingga Rasulullah SAW.
“Sanad ini ibarat emas dalam ilmu. Ia menjadi jaminan keaslian dan kebenaran ajaran yang kita terima,” katanya.
Nusron menyampaikan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan serta berharap nilai-nilai sanad keilmuan terus dijaga oleh generasi penerus Alkhairaat.
“Ini adalah warisan besar yang harus kita jaga bersama sebagai generasi penerus,” pungkasnya.

