PALU, MAL – Penyakit “bangkalan” yang menyebabkan buah durian gugur sebelum matang menyerang tanaman durian di Sulawesi Tengah. Kondisi tersebut disebut telah menekan produksi hingga 60 persen dan mendorong Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun tangan.

Amran bahkan memerintahkan jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian segera menerjunkan ahli proteksi tanaman terbaik ke Sulawesi Tengah untuk menangani penyakit tersebut.

Perintah itu disampaikan Amran saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda dan Dies Natalis Universitas Tadulako (Untad) di Auditorium Untad Palu, Kamis (20/8).

Persoalan tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (APDURIN) Sulawesi Tengah, Hengky Idrus, saat sesi dialog dengan Mentan.

Ia mengungkapkan penyakit “bangkalan” berdampak serius terhadap petani durian. Buah yang gugur sebelum mencapai kematangan sempurna menyebabkan produksi menurun hingga 60 persen.

“Kondisi ini sangat merugikan petani lokal, terlebih durian dari Sulawesi Tengah saat ini sudah berhasil menembus pasar ekspor internasional,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah melakukan intervensi langsung dengan mengerahkan ahli proteksi pertanian untuk mengidentifikasi penyebab sekaligus mencari solusi terhadap penyakit tersebut.

Menanggapi permintaan itu, Amran langsung menginstruksikan jajaran Ditjen Hortikultura untuk turun ke lapangan bersama ahli proteksi tanaman.

“Kita harus amankan produksi dan keberlanjutan ekspor durian kita. Kalau perlu, ambil ahli dari luar negeri. Semuanya negara yang biayai,” tegas Amran.

Mentan memastikan biaya operasional penanganan dan penugasan tim ahli akan ditanggung pemerintah.

Langkah tersebut diharapkan dapat menekan dampak penyakit “bangkalan”, memulihkan produksi durian, serta menjaga keberlanjutan pasokan komoditas unggulan Sulteng ke pasar ekspor.