Mengapa Kami Membantu Perjuangan Alkhairaat? (Bagian 1)

oleh -

SEJAK  berdiri pada tahun 1930 hingga saat ini, Alkhairaat telah memberikan kontribusi yang begitu besar terhadap perkembangan Islam di Sulawesi Tengah dan Kawasan Timur Indonesia.

Perjalanan yang cukup panjang dengan begitu banyak tantangan dan hambatan yang dilaluinya. Namun karya terbesar oleh sang pendiri As-Sayyed Idrus bin Salim bin Alwi bin Saqqaf bin Muhammad bin Idrus bin Salim bin Husain bin Abdillah bin Syaikhan bin Alwi bin Abdullah At-Tarisi bin Alwi Al-Khawasah bin Abubakar Aljufri Al-Husain AlHadhramiy, yang mempunyai jalur keturunan dari Sayyidina Husain bin Fatimah Az-Zahra Puteri Rasulullah SAW.

Beliau dikenal oleh masyarakat Sulawesi Tengah hanya dengan sebutan “Guru Tua”. Sebutan singkat tetapi tersimpan mendalam di dalam kalbu bagi mereka yang pernah merasakan pendidikan di Alkhairaat yang disebut Abnaulkhairaat.

Perjalanan hidup beliau, setiap tahun diceritakan dan dikenang dalam satu pertemuan oleh Abnaulkhairaat dari seluruh penjuru Negeri ini, yang dikenal dengan Haul Guru Tua, setiap tanggal 12 Syawal di tahun hijriah. Waktu itu juga merupakan hari terakhir perjuangan beliau di dunia ini, tepatnya di 12 Syawal 1389 H bertepatan dengan tahun 1969 M.

Perjuangan Guru Tua tidak selesai di saat beliua meninggalkan dunia ini, tetapi hasil karya gemilangnya yakni Alkhairaat tetap tumbuh dan berkembang hingga saat ini.

Mungkin tidak berlebihan, jika Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menyatakan jika walaupun Guru Tua tidak meninggalkan buku atau kitab sebagai karya intelektualnya, namun sesungguhnya jutaan orang telah berhasil menjadi orang-orang sukses karena sentuhan tangan Guru Tua melalui Alkhairaat.

Begitu banyak hal ketika kita bercerita dan mengenang perjalanan tentang Guru Tua dan Alkhairaat. Tetapi ada satu hal yang mungkin menjadi pertanyaan mendalam, Mengapa Kami Membantu Perjuangan Alkhairaat? Pertanyaan sangat sederhana, namun memiliki makna yang cukup luas ketika diulas.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Ahmad Hi. M. Ali mengatakan bahwa perjuangan Alkhairaat merupakan perjuangan untuk ummat, salah satu misi perjuangannya di bidang Pendidikan.

Melihat perjalanan hidup Guru Tua dalam membangun Alkhairaat memang sangat tidak mudah. Salah satu cara yang dilakukan kata Ahmad Ali dengan cara berdagang. Hasil dagangan itu pun digunakan untuk membangun pendidikan, membangun sekolah, melakukan dakwah dan misi sosial. Sehingga itu menjadi inspirasi yang harus dihidupkan terus-menerus.

“Itu merupakan semangat kita untuk tetap membantu dan mendorong perjuangan Alkhairaat, sehingga ini menjadikan saya ada bersama barisan Alkhairaat untuk berjuang bersama-sama,” tegas putra kelahiran Kabupaten Morowali itu.  (FAUZI)

Tentang Penulis: Fauzi Lamboka

Gambar Gravatar
Profesi sebagai jurnalis harus siap mewakafkan diri untuk kepentingan publik. Menulis merupakan kebiasaan yang terus diasah. Namun, menulis bukan sekadar memindahkan ucapan lisan ke bentuk tulisan. Tetapi lebih dari itu, mengabungkan logika (akal), hati (perasaan) untuk medapatkan rasa, yang bisa diingat kembali di hari esok.