Survei ini memotret banyak hal, mulai dari tingkat kepuasan publik, masalah yang menjadi perhatian masyarakat, dan persaingan elektoral jelang pilgub.
Salah satu faktor survey teringgi kepada Rusdy Mastura karena tingkat kepuasan publik terhadap Rusdy Mastura masih lumayan bagus diangka 52,2%. Sementara isu yang menjadi perhatian masyarakat adalah kemiskinan, pengangguran, KKN, Harga kebutuhan pokok dan infrastruktur.
Para calon tidak saja mengandalkan terhadap elaktabilitas dan popularitas, namun penting untuk mengukur akseptabilitas calon di masyarakat.
Akseptabiltas ini diukur dan didasarkan pada suatu sistem kepemimpinan dari para calon. Akseptabilitas ini berupa nilai kondisi yang terjadi saat ini kemudian dibandingkan dengan nilai yang seharusnya atau yang di harapkan oleh masyarakat.
Akseptabilitas tidak saja mengandalkan dukungan dari masyarakat, namun harus mendapatkan legitimasi atau pengakuan. Akseptabilitas ini merupakan kepantasan calon pemimpin untuk diakui dan diterima kehadirannya di lingkungan masyarakat. Akseptabilitas ini juga bisa digunakan untuk mengukur kinerja seseorang sehingga mempunyai beberapa aspek penilaian.
Aspek itu diantaranya adalah kualitas,kompetensi, integritas, perilaku, kepemimpinan, profesionalitas, reputasi, prestasi, visi dan integritas calon kepala daerah. Bahkan lebih jauh dapat dikatakan bahwa akseptabilitas merupakan kemampuan untuk menerima atau memberikan respon atau perlakuan tertentu antara pemilih dan kandidat.
Kemampuan yang dimaksud yaitu segala sesuatu tindakan atau perlakuan yang ada pada diri calon baik secara potensi atau fakta yang mampu membuat para kandidat dan pemilih saling menerima tindakan atau perlakuannya.
Para Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, bisa saja membranding dirinya dengan berbagai tema besar seperti keagamaan, layanan sosial, pendidikan, infrastruktur bahkan bantuan ekonomi, namun pemilih Sulawesi Tengah tidak hanya mengharapkan hal tersebut.
Pemilih ingin mempunyai pemimpin bukan hanya sebagai visioner namun melakukan tindakan yang nyata serta memiliki komitmen yang kuat terhadap rakyatnya.
Tahap akseptabilitas ini merupakan tahap yang dinilai sangat penting bagi keberhasilan calon. Pemilih pada tahap ini sudah mulai menentukan pilihan kandidat yang akan dipilihnya. Maka dari itu kandidat atau calon harus bisa berjuang ekstra keras dan mempunyai kontak sebagai jaringan yang bekerja di masyarakat.
Visi, misi, program yang disampaikan kepada pemilih, tidak akan berguna apabila penerimaan pemilih terhadap calon Gubernur dan Wakil Gubernur tdak disertai dengan integritas tinggi dalam kontestasi pilkada sulteng tahun 2024.
Sejumlah problem atau masalah pembangunan daerah di Sulawesi Tengah seperti; kemiskinan, pengangguran dan lapangan kerja, infrastruktur dan peningkatan indeks pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah hanya bisa dlaksanakan bilamana para kandidat memiliki komitmen, kepedulian tinggi untuk menghadirkan keadilan dan melindungi rakyat Sulawesi Tengah.
*Penulis adalah Pengajar Hukum Konstitusi pada Fakultas Syariah UIN Datokarama Palu