Mahasiswa Galang Dana untuk Korban Banjir

oleh
Aksi penggalangan dana untuk korban banjir, di traffic light persimpangan Jalan Emi Saelan-Basuki Rahmat, pekan lalu. (FOTO: MAL/APRIAWAN)

PALU – Solidaritas Peduli Bencana Sulawesi Tengah melakukan penggalangan dana untuk korban banjir bandang di Kabupaten Tolitoli di persimpangan Jalan Sisingamangaraja Palu, Ahad lalu.

Soliaritas Peduli Bencana Sulteng ini merupakan gabungan dari beberapa lembaga kemahasiswaan, diantaranya Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Buol (PPMIB) Kota Palu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiah (IMM) Cabang Palu, Ikatan Pelajar Mahasiswa Lakatan (IPMAL) Cabang Palu, Himpunan mahasiswa Islam (HmI) Cabang Palu, HmI Komisariat Hukum Universitas Tadulako, Ikatan Kekerabatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Parigi Mautong, Persatuan Pelajar Mahasiswa Tolitoli (Perpit) Cabang Palu, Komunitas Pencinta Alam Jarum Kompas, dan Anak Muda Indonesia (AMI) Cabang Palu.

Kordinator Solidaritas Peduli, Afrizal Umar, mengungkapkan, aksi penggalangan dana merupakan upaya untuk membantu masyarakat Tolitoli yang terkena bencana banjir bandang.

“Kami bersama dengan rekan-rekan mahasiswa yang lainnya sangat prihatin dengan apa yang terjadi di Tolitoli, karena banjir yang terjadi di Tolitoli sangat parah dampak yang diberikan, sehingga kami segera bergerak cepat untuk membantu warga Tolitoli,” katanya, Senin (06/06).

Afrizal menambahkan, aksi penggalangan dana itu tidak hanya sekali, namun pihaknya akan menyebar di beberapa titik strategis di Kota Palu.

“Rencananya kami akan melakukan aksi penggalangan dana selama tiga hari, mulai Ahad sampai Rabu. Semoga apa yang kami lakukan bisa membantu masyarakat Tolitoli,” imbuhnya.

Di hari pertama, dana yang berhasil dihimpun sudah mencapai Rp8 juta lebih, ditambah 10 karung beras, masing-masing 500 kilogram.

Bantuan tersebut akan disalurkan ke Tolitoli setelah penggalangan dana selesai.

Sementara Ketua HMI Cabang Palu, Iman Sudirman, mengungkapkan, banjir yang terjadi di Tolitoli sangat berdampak luas bagi masyarakat.

“Hingga saat ini, data yang kami dapatkan bahwa ada sekitar enam rumah yang hanyut dan dua rumah roboh di Desa Dakitan. Sementara di Desa Buntuna, terdapat empat rumah warga yang hanyut dan di Dusun Lembah Kelurahan Baru tiga rumah roboh,” katanya. (APRIAWAN)

 

Donasi Bencana Sulbar