Mahasiswa FTIK IAIN Palu Jalani PPL Daring

oleh -
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Palu, Dr H Abidin Djafar. (Foto : Humas IAIN Palu)

PALU- Sebanyak 89 mahasiswa Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, menjalani program praktik pengalaman lapangan (PPL) secara online (daring).

“Sesuai arahan Rektor IAIN Palu bahwa seluruh kegiatan akademik dilakukan secara online, PPL merupakan satu dari sekian banyak kegiatan akademik dilakukan secara online,” ucap Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Palu, Dr H. Abidin Djafar di Palu, dalam releas diterima media ini Selasa (14/4)

Kegiatan akademik secara online, merupakan langkah pembatasan tatap muka dalam rangka untuk meminimalisasi penyebaran COVID-19 atau corona.

Dr Abidin Djafar mengemukakan, indikator dan muatan dalam pelaksanaan PPL berbasis daring/online, tidak berbeda jauh dengan PPL dilakukan sebelum adanya kemungkinan penyebaran COVID-19.

Olehnya, sebut dia, mahasiswa wajib untuk mengikuti PPL sebagai syarat untuk mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) demi meraih gelar strata satu atau sarjana.

“Di setiap fakultas ada SOP dibuat untuk menjadi rujukan dalam pelaksanaan PPL berbasis daring tersebut, di dalamnya ada monitoring masing-masing pembimbing,” ujarnya.

Monitoring dan penilaian PPL, kata dia, juga dilakukan secara online oleh masing-masing fakultas dengan bersandar pada ketentuan yang ada.

Ia menguraikan, bahwa saat ini FTIK IAIN Palu mulai menurunkan mahasiswa PPL, selanjutnya  akan dilakukan oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Fakultas Syariah.

“Kecuali Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, karena telah melakukan PPL sebelum adanya penyabaran COVID-19,” sebutnya.

Terkait hal itu Kepala Bagian Tata Usaha FTIK, Raodha memaparkan 89 mahasiswa akan mengikuti proses PPL selama sebulan berbasis daring/online.

“Salah satu kegiatan dalam PPL dilakukan  mahasiswa yakni mengajar. Mereka mengajar lewat vidio pembelajaran, lalu dinilai oleg guru pamong,” sebut Raodha.

Dia menguraikan, 89 mahasiswa ditempatkan di lima sekolah terdiri dari SMAN 2 Palu 27 peserta, SMAN 4 Palu 27 peserta, SMPN 3 Palu 27 peserta, dan MIN Kelurahan Duyu tiga peserta dan TK IAIN Palu lima peserta. (Ikram)