PALU, MAL – Lima sekolah dasar di Kota Palu berhasil meraih status sebagai Sekolah Rujukan Google Indonesia setelah melalui proses seleksi dan pendampingan sejak awal 2025.
Kelima sekolah tersebut yakni SDN 5 Palu, SDN Watasumpu, SDN 1 Palu, SD Inpres 3 Birobuli, dan SDN 1 Lolu Palu Selatan.
Kepala SD Inpres 3 Birobuli, Arham, mengatakan proses tersebut bermula dari informasi mengenai seleksi Sekolah Rujukan Google yang kemudian dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kota Palu.
Seleksi awal diikuti 34 sekolah jenjang SD dan SMP. SD Inpres 3 Birobuli kemudian mendapat kesempatan mengikuti pendampingan langsung dari tim Sekolah Rujukan Google nasional, baik melalui pelatihan daring maupun luring di BPMP Sulawesi Tengah.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/9), Arham mengatakan setelah rangkaian pendampingan selesai, sekolah membentuk tim digital yang diketuai Andris Babai untuk mengembangkan berbagai program dan inovasi.
“Proses ini tidak lepas dari kekuatan tim yang mau mengikuti kegiatan. Setelah selesai pendampingan, saya selalu berkonsultasi dengan tim Google terkait langkah-langkah selanjutnya sampai kami memasukkan video karya sekolah dan mengikuti babak interview,” tutur Arham.
Dari rangkaian seleksi tersebut, SD Inpres 3 Birobuli dinyatakan sebagai Sekolah Rujukan Google dan memperoleh sertifikat serta dukungan fasilitas berupa 45 unit Chromebook dan papan interaktif digital atau PID.
Arham menegaskan fasilitas tersebut tidak sekadar menjadi sarana pendukung, tetapi diarahkan untuk digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran.
Sejak awal 2026, sekolah mulai menerapkan pembelajaran digital tambahan bagi siswa Fase B dan C setelah kegiatan intrakurikuler.
“Anak-anak diajarkan, bukan cuma anak-anak, sampai ke guru-gurunya. Sehingga bantuan ini betul-betul bermanfaat dan bisa digunakan oleh guru maupun siswa pada saat pembelajaran atau kegiatan apa pun,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Digital SD Inpres 3 Birobuli, Andris Babai, mengatakan tim digital dibentuk untuk memastikan hasil pelatihan dapat diterapkan dan dikembangkan di lingkungan sekolah.
Andris bersama tim kemudian melakukan pengimbasan kepada guru yang belum mengikuti pelatihan sebelum pemanfaatan teknologi diperluas dalam pembelajaran siswa.
“Kami mengimbaskan apa yang sudah kami terima di BPMP kepada guru-guru yang belum sempat mengikuti. Setelah guru-guru sudah paham dan mengerti, kemudian kami melanjutkannya ke siswa,” ungkap Andris.
Menurutnya, keberadaan tim digital menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan program digitalisasi sekolah setelah memperoleh status Sekolah Rujukan Google.
Melalui tim tersebut, SD Inpres 3 Birobuli berupaya memastikan pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada penerimaan fasilitas, tetapi terus diterapkan dalam kegiatan pembelajaran dan administrasi sekolah.
