SIGI, MAL – Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa, 16/06, mengakibatkan satu warga di Kabupaten Sigi meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Guncangan kuat dari gempa ini juga memicu kerusakan infrastruktur masif di berbagai pemukiman penduduk, sebagaimana dilaporkan Pusdalops Sigi.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Asse, seorang lansia warga Desa Ampera Palolo yang sedang berada di area persawahan saat bencana terjadi.
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa korban mengembuskan napas terakhir akibat kondisi medis yang memburuk saat guncangan hebat berlangsung.
“Iya betul pak, meninggal sementara di sawah akibat serangan jantung,” kata Lidya, warga Desa Harapan.
Dampak dari gempa juga menyebabkan 22 warga mengalami luka ringan dan 9 orang lainnya menderita luka berat.
Mayoritas cedera tersebut dilaporkan akibat tertimpa reruntuhan material bangunan rumah saat warga berusaha menyelamatkan diri ke luar ruangan setelah guncangan kuat akibat gempa.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 41 unit rumah warga di Kabupaten Sigi mengalami kerusakan dengan rincian 12 unit rusak berat, 6 unit rusak sedang, dan 23 unit rusak ringan.
Kerusakan akibat gempa ini berdampak langsung pada sedikitnya 89 kepala keluarga yang kini membutuhkan penanganan darurat.
“Saat ini kami sedang rapat di lokasi dengan Bupati. Data bersumber dari Pusdalops yang dihimpun Pemerintah Kab Sigi dan BPBD Sigi,” kata Hendri, perwakilan BPBD Sigi, kepada Media Alkhairaat.
Selain bangunan rumah, terjangan gempa juga merusak fasilitas publik yang mencakup 6 rumah ibadah, 2 kantor pemerintah, dan satu tempat usaha warga. Kerusakan fisik ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif Palu-Koro yang bersifat sangat dangkal.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa pusat gempa berada di darat pada kedalaman 10 kilometer dengan jarak 42 kilometer tenggara Kota Palu.
Di wilayah perkotaan, akses Jembatan 3 kini ditutup total oleh petugas karena mengalami keretakan struktur yang membahayakan pengguna jalan.
Saat ini pemerintah daerah masih melakukan koordinasi intensif untuk mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan di desa-desa terdampak pasca gempa ini.

