KPU Parimo: Perekrutan PPS Beririsan dengan PPK

oleh -
Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilihan, SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Parigi Moutong, Maskar, (FOTO : media.alkhairaat.id/Mawan)

PARIMO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat perekrutan bandan ad hoc Panitia Pemungutan Suara (PPS) beririsan dengan tahapan perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk penyelenggaraan pemilihan kepada daerah di kabupaten itu.

“Saat ini tahapan penerimaan pendaftaran dibuka mulai tanggal 2-8 Mei 2024, perekrutan ini beririsan dengan perekrutan PPK,” ungkap Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilihan, SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Parigi Moutong Maskar di Parigi, Ahad (05/05).

Kata dia, dalam tahapan ini KPU Parimo menyiapkan kebutuhan penyelenggara ditingkat desa dua kali masa kebutuhan tersebar di 283 desa/ Kelurahan

“Ini dimaksudkan sebagai langkah antisipasi, bila sewaktu-waktu ada anggota PPS mengundurkan diri atau berhalangan tetap, maka ada cadangan sebagai pengganti antar waktu. Jumlah yang akan dilantik nanti sebanyak 849 orang, begitu pun PPK tetap disiapkan cadangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, KPU telah mengatur syarat pendaftaran anggota PPS, diantaranya berstatus warga negara Indonesia dan tinggal di kabupaten maupun desa di mana pendaftaran berdomisili, kemudian berusia 17 tahun ke atas, sehat jasmani dan rohani.

KPU juga menekankan dalam syarat pendaftaran bahwa calon anggota PPS tidak boleh berafiliasi dengan partai politik (parpol) atau pernah menjadi saksi parpol dalam pemilu, bebas dari narkoba dan tidak pernah bermasalah dengan hukum dibuktikan dengan surat keterangan.

“Pendaftaran melalui sistem informasi anggota KPU dan badan ad hoc (Siakba) yang telah disiapkan KPU,” ujarnya.

Ia mengemukakan ujian tertulis dilaksanakan secara manusl dijadwalkan pada 15 Mei, setelah itu dilanjutkan dengan tes wawancara kemudian pelantikan dan pengambilan sumpah anggota PPS pada 26 Mei mendatang.

“Masa kerja PPS delapan bulan terhitung Juni 2024 hingga Januari 2025 dengan besaran honorarium Rp1,5 juta untuk ketua dan Rp1,3 juta anggota,” pungkasnya.

Reporter : Mawan
Editor : Yamin