MOROWALI – Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan terus diperkuat oleh PT Vale Indonesia Tbk melalui berbagai program strategis dalam menjaga keanekaragaman hayati di wilayah operasionalnya, khususnya di Blok Morowali.

Head of Bahodopi Project IGP Morowali, Wafir, mengungkapkan bahwa perusahaan secara aktif melakukan studi dan pemantauan keanekaragaman hayati yang mencakup berbagai ekosistem, mulai dari kawasan terestrial, perairan (aquatic), rawa, hingga laut.

“Kegiatan ini dilakukan berkolaborasi dengan akademisi dan lembaga pemerhati lingkungan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman hayati di area terdampak,” ujar Wafir.

Hasil dari studi tersebut, lanjutnya, akan menjadi dasar penting dalam penyusunan sejumlah dokumen strategis seperti Biodiversity Management Plan, Biodiversity Action Plan, hingga Biodiversity Offsetting Plan.

“Dokumen-dokumen ini dirancang untuk mereduksi dampak residual dari aktivitas pertambangan serta menjadi panduan dalam menentukan jenis tanaman yang tepat untuk kegiatan restorasi lingkungan pascatambang,” ujarnya.

Selain itu, PT Vale Indonesia Tbk juga menjalankan program studi dan transplantasi terumbu karang sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir dan laut di sekitar wilayah operasionalnya.

Program ini bertujuan menyusun rancangan teknis yang sesuai dengan kondisi sosial dan biofisik wilayah pesisir. Implementasinya mencakup transplantasi terumbu karang yang terintegrasi dengan rehabilitasi padang lamun (seagrass) serta rehabilitasi mangrove.

“Seluruh kegiatan rehabilitasi dilakukan menggunakan bibit yang diproduksi di persemaian PTVI Blok Morowali, sehingga lebih adaptif dengan kondisi lokal,” jelas Wafir.