KOHATI Sulteng Ajak Anak Bangsa Hindari Hoax

oleh -
Foto bersama Ketua KOHATI Sulteng dengan Dir Intelkam dan Kasubdit IV Intelkam Polda Sulteng, sebelum menghadiri pelantikan Ketua PB HMI, beberapa waktu lalu. (FOTO: IST)

PALU – Korps HMI-Wati (KOHATI) Sulteng mengajak seluruh anak bangsa untuk menghindari berita-berita bohong (hoax) yang berbau SARA dan fitnah. Berita hoax yang berbau SARA tersebut, harus sedapat mungkin dicegah, salah satunya dengan terus mengedepankan independensi sebagaimana ketentuan organisasi.

Olehnya ia menghimbau kepada semua pemuda dan mahasiswa, terkhusus anggota HMI, agar dalam bertutur di media social maupun dikehidupan sehari-hari selalu dengan benar dan baik, karena ini langkah dasar dalam melawan hoax.

Hal tersebut diungkapkan Ketua KOHATI Sulteng, Nur Intan di Palu, Kamis (05/04). Nur Intan juga merupakan Ketua Departemen Hubungan Internasional, PB HMI.

Pernyataan tersebut diungkapkan Nur Intan usai Kongres ke XXX serta pelantikan Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Jakarta pada 29 Maret lalu. Dimana dalam kongres organisasi kemahasiswan tertua dan terbesar di Indonesia tersebut, Respiratori Sadam Al-Jihad yang terpilih secara aklamasi untuk menahkodai PB HMI periode 2018-2020.

“Alhamdulillah kami ucapkan selamat mengemban amanah kepada kakanda Respiratori Sadam Al Jihad dalam memimpin HMI selama dua tahun ke depan. Kami juga secara khusus mengucapkan selamat kepada saudari Herlina Hamzah dan Supardin Ramli yang juga ikut dilantik menjadi personalia PB HMI,” tuturnya.

Ia berharap, kader-kader terbaik HMI Cabang Palu kedepan bisa menjadi harapan besar dalam menopang kemajuan HMI.

“Peran mahasiswa yang merupakan komunitas produktif dari kelompok pemuda, tentu karyanya yang paling ditunggu masyarakat apalagi saat ini Indonesia memiliki bonus demografi,” ujarnya.

Nur Intan juga menyampaikan beberapa harapan kepada pengurus PB HMI yang baru dilantik.

“Saya sering menyampaikan kepada teman-teman bahwa, ada harapan besar di HMI sebagaimana disebutkan oleh Jenderal Besar Soedirman, bahwa HMI itu adalah harapan masyarakat Indonesia. Harapan ini harus terus dijaga oleh kader HMI terkhusus kepada Ketua Umum PB HMI yang baru. HMI harus terus bekerja sebagai penjaga bandul ke-Indonesiaan agar bangsa ini terus berjalan dengan cinta dan citanya,” tambahnya.

Lebih jauh Nur Intan menjelaskan, periode kepengurusan PB HMI kali ini akan melewati pesta demokrasi Pemilu 2019. Olehnya HMI harus ikut berkontribusi agar Pemilu bisa berjalan dengan aman dan damai. (HAMID)