PALU, MAL – Nama Stephanie Matto—model, bintang reality show 90 Day Fiance, sekaligus kreator konten asal Amerika Serikat—sempat menggegerkan publik lewat bisnis tak lazim: menjual kentut dalam stoples kaca. Usaha nyeleneh ini terbukti sangat menguntungkan hingga berhasil mengantonginya pendapatan sekitar US$200 ribu atau setara Rp3,5 miliar. Namun, kesuksesan finansial tersebut harus dibayar mahal oleh kondisi fisiknya.
Demi memenuhi permintaan pasar yang melonjak, Matto terbiasa mengonsumsi makanan pemicu gas secara berlebihan. Puncaknya terjadi pada Hari Natal, ketika ia mendadak dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) akibat nyeri dada hebat yang menyerupai gejala serangan jantung. Setelah pemeriksaan medis, dokter mendiagnosisnya mengalami penumpukan gas parah di dalam perut akibat pola makan ekstrem tersebut dan memperingatkannya bahwa kebiasaan itu sangat membahayakan nyawanya.
Kondisi tersebut memaksa Matto untuk memikirkan ulang model bisnisnya. Kepada Business Insider, ia mengaku menyadari bahwa menjual kentut secara fisik bukanlah sesuatu yang dapat berkelanjutan bagi tubuhnya. Kendati harus menghentikan produksi fisik, Matto tak kehilangan akal untuk tetap memanen keuntungan. Ketika seorang seniman digital melontarkan ide untuk mengubah produk stoples kentutnya menjadi karya seni berbasis Non-Fungible Token (NFT), ia langsung menyambutnya dengan antusias. Bagi Matto, NFT adalah jalan keluar sempurna untuk terus berkreasi tanpa perlu mengorbankan fisiknya lagi.
Pada 5 Januari 2022, Matto resmi meluncurkan koleksi NFT bernama Fart Jars, yang saat peluncurannya dibanderol seharga US$186 atau sekitar 0,05 Ethereum per unit. Koleksi ini dirancang lebih personal dengan animasi, fitur tersembunyi, hingga akses ke saluran Discord pribadi untuk berinteraksi langsung dengannya. Bahkan, beberapa NFT tergolong “sangat langka” karena menawarkan hadiah fisik yang dapat ditukarkan, seperti pakaian dalam bertanda tangan hingga stoples kentut fisik edisi terbatas.
Melalui situs resminya, Matto mempromosikan Fart Jars sebagai koleksi NFT generatif pertama di dunia yang mengusung konsep stoples kentut, lengkap dengan mekanisme deflasi dan utilitas dunia nyata. Sebagaimana dilaporkan International Business Times, Matto dengan penuh percaya diri mengklaim bahwa dirinya sangat pandai mengubah hal-hal biasa menjadi ladang uang. Proyek ini sekaligus membakar semangatnya untuk mempelajari ekosistem kripto lebih dalam, yang kini ia yakini sebagai arah baru dalam perjalanan kariernya.**
