PALU – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu menyampaikan sejumlah pesan keagamaan tentang pentingnya kesabaran, rasa syukur, serta peningkatan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, Sabtu (28/2) sore.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa sabar merupakan sikap menahan emosi dan keinginan, serta kemampuan bertahan dalam situasi sulit tanpa mengeluh. Menurutnya, sikap tersebut menjadi fondasi utama dalam menjalani kehidupan yang penuh dinamika dan ujian.

Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan pada dasarnya sederhana, namun sering kali menjadi rumit karena pola pikir manusia. Hidup disebutnya tidak mahal, tetapi gengsi yang membuatnya terasa berat. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun rasa syukur sebagai kunci menjalani kehidupan yang baik dan tenang.

Selain itu, ia mengajak umat untuk senantiasa fokus pada hal-hal yang baik. Ketika seseorang memusatkan perhatian pada kebaikan, maka kebaikan tersebut akan terus berkembang dan membawa dampak positif dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

Ketua MUI Kota Palu tersebut juga menyoroti keterkaitan erat antara ibadah dan akhlak dalam ajaran Islam. Hampir seluruh bentuk ibadah mengandung nilai moral dan pendidikan akhlak. Kualitas ibadah, menurutnya, dapat diukur dari seberapa baik perilaku dan akhlak seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menambahkan bahwa ibadah puasa yang dijalankan umat Islam seharusnya berdampak pada peningkatan akhlak. Apabila puasa tidak membawa perubahan perilaku menjadi lebih baik, maka ibadah tersebut dinilai kurang bermakna.

Melalui pesan tersebut, ia berharap umat Islam semakin menyadari bahwa esensi ibadah bukan hanya pada pelaksanaan ritual, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.