Ketua KPU Sulteng Kembali Luncurkan Hasil Karyanya

oleh -
Ketua KPU Provinsi Sulteng, Sahran Raden

“Menginspirasi Gagasan Keilmuan Lewat Goresan Pena”

PALU – Menjelang satu tahun terakhir di penghujung masa jabatannya sebagai komisioner penyelenggara Pemilu tingkat Provinsi Sulteng, Sahran Raden masih terus berupaya menghasilkan karya untuk kepentingan daerah.

Karya-karya yang dimaksud adalah menerbitkan buku, baik yang berkaitan dengan kepemiluan maupun dinamika-dinamika sosial.

Dalam kurun waktu empat tahun duduk sebagai Ketua KPU Sulteng, tercatat sudah beberapa buku yang dihasilkan, diantaranya berjudul “Hukum Pemilu di Indonesia” terbit tahun 2016 silam dan “Tipologi Politik Hukum Pilkada Serentak di Indonesia”.

Buku-buku ini ditulis dalam berbagai kesempatan, mengambil waktu luang diantara kesibukan-kesibukannya sebagai pelayan peserta Pemilu, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Buku “Tipologi Politik Hukum Pilkada Serentak di Indonesia” dengan sub tema “Antara Teori dan Praktek, Upaya Mewujudkan Hukum yang Progresif dan Responsif dalam Negara Demokrasi ini, rencananya akan diluncurkan sekaligus dibedah, malam ini di Markas Besar PW GP Ansor Sulteng.

Sengaja diluncurkan tanggal 11 September ini karena bertepatan dengan hari jadinya.

Launching sekaligus bedah buku nanti akan menghadirkan pembicara dari beberapa lembaga dan latar belakang profesi, yakni Akademisi Untad Aminuddin Kasim dan Anggota DPRD Provinsi Sulteng, Yahdi Basma.

Sebelum itu, salah satu Dosen IAIN Palu itu juga sudah beberepa kali menerbitkan beberapa buku, aktif menulis di jurnal, maupun di koran-koran lokal.

“Karya-karya ini menjadi sejarah hidup saya, dengan harapan dapat memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan. Baik ilmu hukum maupun ilmu ilmu sosial lainnya termasuk kajian ke-Islam-an,” kata Sahran, Senin (11/09).

Baginya, satu dari sekian banyak kebahagiaan yang dirasakannya selama ini adalah bisa menginspirasikan gagasan-gagasan keilmuan, baik secara teoritik maupun dalam praktik.

“Semoga tulisan dan karya-karya ini bisa bermanfaat bagi kehidupan kenegaraan, kemasyarakatan dan kebangsaan,” katanya.

Dia pun berharap, hari ini semakin bermakna dengan diberinya kesempatan untuk berkontribusi sebagai bentuk ikhtiar kerja membangun daerah dan bangsa.

“Wabilkhusus ikhtiar untuk membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan. Semoga hidup ini semakin bermanfaat dan berguna bagi keluarga, masyarakat dan bangsa,” tutupnya. (RIFAY)