PALU, MAL — Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, mengajak mahasiswa mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan HIV/AIDS melalui penguatan edukasi serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Bunda Wiwik saat menerima kunjungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Anti Narkoba dan Peduli AIDS (MANPA) UIN Datokarama Palu di ruang Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah.

Bunda Wiwik menilai keterlibatan generasi muda sangat krusial mengingat angka kasus yang membutuhkan penanganan serius. Menurutnya, pencegahan HIV/AIDS tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan butuh gerakan bersama dari berbagai elemen termasuk akademisi.

“Pencegahan HIV/AIDS harus menjadi gerakan bersama. Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi melalui edukasi dan penyebaran informasi yang benar,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng ini menyatakan kesiapan memfasilitasi Focus Group Discussion (FGD) lintas kampus. Forum ini bertujuan merumuskan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dalam menanggulangi penyebaran virus tersebut.

“Saya siap memfasilitasi teman-teman mahasiswa untuk melaksanakan FGD di ruang Fraksi PKS. Libatkan juga aktivis dari kampus lain agar semakin banyak anak muda yang bergerak bersama,” katanya.

Bunda Wiwik juga menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Ia berharap kampanye mahasiswa mampu menumbuhkan empati sehingga mereka yang terdampak mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak tanpa diskriminasi.

“Jangan sampai orang yang sedang menghadapi persoalan kesehatan justru dijauhi. Yang dibutuhkan adalah edukasi yang benar, pendampingan, serta akses pelayanan kesehatan yang baik,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua MANPA UIN Datokarama Palu, Moh Taufik, memaparkan rencana pelatihan aktivis peduli HIV/AIDS dan narkoba pada 14/11 mendatang. Kegiatan ini menyasar puluhan pelajar dari Kota Palu dan Kabupaten Sigi untuk menjadi edukator sebaya.

“Upaya penanggulangan HIV/AIDS harus dibangun melalui pendekatan edukatif, manusiawi, dan tidak diskriminatif agar masyarakat paham cara penularan serta pentingnya pemeriksaan dini,” kata Moh Taufik, Ketua MANPA UIN Datokarama Palu. ***