PALU – Universitas Tadulako (Untad) menerima hibah sebanyak 3.048 eksemplar buku dari Pemerintah Tiongkok, sebagai upaya memperkuat akses literatur dan referensi akademik di lingkungan kampus.

Hibah tersebut merupakan bagian dari kerja sama akademik internasional dan pertukaran pengetahuan global.

Koleksi buku yang diterima mencakup berbagai judul strategis, termasuk karya-karya terkait pemikiran dan kebijakan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, seperti seri The Governance of China.

Rektor Untad, Prof. Amar, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menilai hibah buku ini menjadi langkah strategis dalam memperkaya sumber belajar bagi civitas akademika.

“Buku-buku ini dapat menjadi sumber dan bahan literasi bagi mahasiswa dan dosen,” ujar Prof. Amar, di Palu, Selasa (7/4).

Menurutnya, koleksi tersebut berpotensi menjadikan Untad sebagai salah satu perguruan tinggi dengan koleksi buku berbahasa Mandarin yang signifikan di Indonesia.

Selain itu, buku-buku tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung kegiatan akademik, khususnya sebagai referensi penelitian di bidang ekonomi pembangunan, kebijakan publik, hubungan internasional, hingga studi kawasan Asia.

Koleksi ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendorong analisis komparatif antara model pembangunan Tiongkok dan Indonesia, terutama dalam konteks pembangunan daerah, industrialisasi, dan pengelolaan sumber daya alam.

Pihak kampus berharap hibah ini tidak hanya memperkaya literatur, tetapi juga meningkatkan minat baca serta menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti dalam menghasilkan karya ilmiah yang berdampak.

Saat ini, seluruh koleksi buku tersebut telah tersedia dan dapat diakses oleh civitas akademika serta masyarakat umum melalui Perpustakaan Untad.*