PALU – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng, melalui Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais), melaksanakan penguatan wawasan kebangsaan ASN dan non ASN di lingkungan Kemenag Sulteng, Senin (18/03). Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka moderasi umat beragama.

Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, H. Rusman Langke menyampaikan, wawasan kebangsaan dan moderasi umat beragama seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Menurutnya, kuatnya wawasan kebangsaan berimplikasi pada moderasi umat beragama. Lemahnya wawasan kebangsaan juga bisa berdampak pada wawasan keagamaan yang radikal dan berujung pada terorisme.

“Bangsa Indonesia sebelum masuknya agama-agama besar yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu, memang dikenal sebagai bangsa yang toleran, teposeliro, semangat gotong-royong dan solidaritas yang tinggi. Budaya-budaya inti bangsa itu terkoneksi dengan ajaran agama-agama yang datang kemudian,” terangnya.

Lanjut dia, orang atau kelompok yang tidak mempunyai wawasan kebangsaan tidak mengerti akar budaya Indonesia, yang tentunya akan sulit mempunyai religiusitas yang moderat.

“Ada tiga mantra yang dikumandangkan Menteri Agama, yaitu moderasi beragama, kebersamaan dan integrasi data. Ketiga mantra itu harus menjadi ruh penggerak pembangunan bidang agama,” katanya.

Mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo itu secara rinci menjelaskan visi dan misi Kanwil Kemenag Sulteng yang dijadikan arah dan patokan dalam melaksanakan program kerja.

Kegiatan itu dihadiri Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Kemenag RI, H. Mohsen Alaydrus, para Kepala Kemenag kabupaten/kota, para Kepala KUA, serta Penyuluh dan Penghulu se- Provinsi  Sulteng. (YAMIN)