PALU – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Donggala H. Haerollah Muh. Arief, menyampaikan bahwa ibadah puasa bukan hanya madrasah amaliyah lahiriyah. Tetapi juga sarana mendidik amaliyah bathiniyah.

Menurut dia, bahwa puasa tidak semata-mata menahan lapar dan dahaga secara fisik, melainkan juga melatih kebersihan hati serta penguatan nilai-nilai spiritual dalam diri setiap Muslim.

“Puasa juga menjadi sarana mendidik amaliyah bathiniyah,” jelasnya, Senin (23/2) pagi.

Alumni Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo ini juga menerangkan bahwa ibadah puasa merupakan aktivitas pengosongan sekaligus pengisian. Pengosongan jasmani dilakukan dengan menahan diri dari makan dan minum. Sedangkan, pengisian rohani diwujudkan melalui nutrisi spiritual seperti peningkatan ibadah, dzikir, dan amal kebaikan.

“Pengisian Rohani yakni diwujudkan melalui spiritual ibadah, dzikir dan kebaikan-kebaikan” katanya.

Ia berharapkan umat Islam dapat memaknai puasa secara lebih mendalam, tidak hanya sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai sarana pembinaan diri secara lahir dan batin selama bulan suci Ramadan.