Jelang Hari Raya, Pemprov Sulteng Gelar Pasar Murah

oleh
Wakil Gubernur Sulteng Rusli Dg Pallabbi usai membuka pasar murah di halaman Pogombo kompleks kantor gubernur Sulawesi Tengah Selasa 4/5. (FOTO: Irma

PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar pasar murah, bertempat di halaman gedung Pogombo Kompleks Kantor Gubernur Sulteng, yang berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (4-5/5).

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Rusli Dg Palabbi mengatakan kepada para penjual, pembeli dan panitia untuk menerapkan dan saling mengingatkan tentang disiplin protokol kesehatan, dalam setiap aktivitas transaksi jual beli dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Kita semua tentu berharap agar pandemi Covid 19 ini segera berakhir, agar dapat beraktivitas seperti sedia kala. Tadi saya melihat ada beberapa kelompok masyarakat yang masuk dalam area pasar murah, tidak memakai masker.

“Oleh karena itu saya tegaskan kepada panitia dan kepada Pol-PP agar mereka yang tidak patuh, dan tidak memakai masker diarahkan masuk ke pintu depan dan diberikan masker. Dan kalau mereka tidak ingin memakai masker agar dikeluarkan saja dari tempat ini,” tegas wakil gubernur.

Menurut wakil gubernur, kegiatan pasar murah dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah dan memeriahkan HUT Provinsi Sulawesi Tengah ke 57. Serta mendukung pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi covid 19 di Sulteng, agar dalam keadaan sehat walafiat.

“Selaku pribadi dan atas nama pemerintah daerah provinsi Sulteng saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi perwakilan BI Sulteng, para distributor dan mitra kerja yang turut aktif dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan pasar murah, agar dapat melanjutkan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan antara pelaku usaha dan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah.

“Sekaligus saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat muslim yang sedang menjalankan, semoga ibadah yang kita laksanakan di bulan penuh pahala dan pengampunan memperoleh keberkahan dan dapat membersihkan jiwa kita agar kembali ke fitrah,” urai wakil gubernur.

Wakil gubernur menyampaikan, pasar murah ini adalah kegiatan pasar murah yang ketiga kali di tahun anggaran 2020-2021, dari rencana 7 kali yang akan dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng dalam rangka menyambut hari besar keagamaan nasional serta bertujuan mengantisipasi beberapa dampak yang timbul akibat pandemi covid 19 sampai upaya yang lakukan seperti menjaga agar kegiatan kegiatan dunia usaha tetap berjalan seperti biasa.

Pemerintah daerah melalui perencanaan APBD tahun 2021 memberikan bantuan subsidi harga pada beberapa kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebesar 10 juta rupiah melalui Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Tengah memberikan subsidi transport.

“Saya berharap, masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya karena kegiatan ini hanya dilaksanakan selama dua hari saja dan diutamakan untuk membantu memenuhi sebagian kebutuhan pokok masyarakat menjelang perayaan hari raya Idul Fitri dengan harga yang relatif murah dan terjangkau. Harapan saya kepada masyarakat calon pembeli agar tidak memborong dengan niat menumpuk untuk diri sendiri atau menjual ulang di tempat lain dan kepada penjual serta panitia kiranya bekerja sama dan menjaga hal itu supaya prinsip keadilan, pemerataan dan transparansi dapat diwujudkan dalam kegiatan pasar murah kali ini,” ujar wakil gubernur

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Richard Arnaldo menyampaikan pelaksanaan pasar murah mendapatkan subsidi transport barang dari BI Perwakilan dan badan musyawarah perbankan pada harga komoditi sebesar Rp 10 juta.

Kegiatan pasar murah dimaksudkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang murah dan terjangaku, dalam menyambut hari raya Idul Fitri 1442 H, memeriahkan HUT Provinsi Sulteng yang ke-57 dan pemulihan ekonomi nasional ditengah pandemi covid-19.

Adapun beberapa kebutuhan pokok yang disediakan dalam pasar murah mencakup; gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, telur ayam, ikan bandeng cabut duri, ikan segar, daging sapi dan daging ayam beku, produk susu, minuman dalam kemasan, beras, minuman bersoda, bawang merah/putih, cabe serta beberapa kebutuhan rumah tangga lainnya.

Reporter: IRMA
Editor: NANANG