KIPI: Indikasi Lumpuh Abizar Tidak Terkait Vaksin

oleh -

PALU – Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Sulteng menyatakan, indikasi kelumpuhan yang dialami balita Abizar adalah akibat kekurangan Kalium (Hipokalium) dan tidak ada kaitannya dengan imunisasi yang diberikan.

Dari serangkaian tindakan medis yang dilakukan RSU Anutapura terhadap Abizar, ditemukan indikasi Hipokalium, Pneumonia dan penyumbatan pada usus.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan awal, menunjukan ada kelemahan motorik pada bagian tangan dan kaki Abizar.

Abizar adalah balita asal Dusun Karumba, Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. Abizar terpaksa menjalani perawatan di RSU Anutapura setelah sempat mengalami indikasi lumpuh, pasca imunisasi hib booster, tanggal 10 Januari 2018 lalu. Malam hari usai disuntik, Abizar mengalami deman tinggi dan sebagian badannya lebam.

Kala itu, Abizar diimunisasi bersama saudara sepupunya, Ahmad Diyas, yang juga mengalami reaksi pasca imunisasi, namun tidak sampai dirawat dalam waktu yang cukup lama, sebagaimana yang terjadi pada Abizar.

“Benar ada reaksi yang terjadi pada Ahmad Diyas berupa panas/demam, namun hanya berlangsung selama 2 hari, pasca menjalani imunisasi,” terang Ketua Komda KIPI Sulteng, dr. Amsar Praja, SpA saat menghadiri panggilan Ombudsman RI Perwakilan Sulteng, Selasa (20/02).

Terhitung sejak tanggal 6 Februari 2018, kondisi Abizar dinyatakan sadar penuh, walaupun saat itu masih lemah, demam, batuk, sedikit sesak dan tampak dehidrasi.

Dari serangkaian terapi dan tindakan medis yang dilakukan, terhitung tanggal 14 Februari 2018, motorik Abizar sudah normal dan saat ini dalam tahap penyembuhan.

Selain Komda KIPI, Ombudsman juga telah memanggil sejumlah pihak terkait dalam rangka Rapat Koordinasi Penyelesaian Laporan/Pengaduan Masyarakat dengan Nomor Registrasi 0005/LM/II/2018/PLU terkait dugaan kelalaian petugas Kesehatan Puskesmas Wani dalam memberikan Imunisasi kepada anak Abizar dan Ahmad Diyas.

“Untuk itu, kami mendorong Komda KIPI meningkatkan program edukasi kepada masyarakat. Olehnya itu, Ombudsman akan menggandeng Komda KIPI untuk terus menekankan kepatuhan pelaksanaan SOP kepada petugas kesehatan dalam program Imunisasi,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulteng, Sofyan Farid Lembah. (RIFAY)