Helicopter Milik PT IMIP Jatuh, Satu Karyawan Meninggal Dunia

oleh -
Bangkai helicopter milik PT IMIP yang jatuh di depan pos 2 PT IMIP, Desa Fatufia Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali, tidak jauh dari helipad di kawasan perusahaan. (FOTO: IST)

MOROWALI – Helicopter jenis Chopper milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)  dilaporkan jatuh sekitar pukul 09:30 Wita di depan pos 2 PT IMIP, Desa Fatufia Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali, tidak jauh dari helipad di kawasan perusahaan.

Helicopter disebutkan hendak terbang ke bandara Haluleo, Kendari. Namun baru sekitar lima menit di udara, tiba-tiba kembali ke helipad. Sayangnya belum sempat mendarat, helicopter sudah jatuh sekitar 100 meter dari helipad.

Satu penumpang bernama Agus Heni Irawan (23) yang tidak lain merupakan karyawan perusahaan, dikabarkan meninggal dunia akibat tertimpa baling-baling helicopter. Sementara pilot, co-pilot serta enam penumpang dilaporkan selamat, namun mengalami luka.

“Empat penumpang merupakan production house yang baru saja mewawancarai karyawan perusahaan di IMIP. Dua karyawan lainnya adalah tenaga kerja asing. Korban langsung diisolasi,” kata Humas dan Media Relation PT IMIP, Dedy Kurniawan.

Rencananya, kata dia, keempat production house itu hendak kembali le Tiongkok.

Hingga siang kemarin, pihak perusahaan belum memastikan penyebab jatuhnya karena masih menunggu dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Kapolres Morowali, AKBP Dadan Wahyudi menyatakan, jumlah korban helicopter yang jatuh itu sebanyak 9 orang, termasuk yang meninggal dunia.

Dari delapan orang yang mengalami luka, satu diantaranya mengalami luka berat sementara 7 lainnya hanya mengalami luka ringan dan kini sementara menjalani perawatan di RSUD Morowali.

“Saya sudah turun langsung ke lokasi kejadian untuk memastkan berapa jumlah korban. Semua sudah terkendali. Korban selamat sudah dirawat, sementara korban meninggal sudah dijemput oleh pihak keluarga,” ungkap Kapolres.

Dia menambahkan, kondisi terkini di lokasi kejadian kondusif, dimana warga ataupun karyawan tidak diperbolehkan memasuki area jatuhnya helicopter, guna memperlancar proses olah TKP yang sedianya akan dilakukan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Sore kemarin, KNKT sendiri masih dalam perjalanan dari Palu menuju Morowali untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab jatuhnya helicopter tersebut.

“Jadi langkah yang kita ambil untuk sementara adalah mengamankan lokasi dengan memberi police line. Kita berharap semua berjalan aman dan lancar,” imbuhnya. (MANSUR)