Hadiri Tahlilan Darmiaty, Walikota Minta Puskesmas Transparan

oleh
Walikota Palu, Hidayat saat menghadiri acara tahlilan Darmiaty,, di rumah duka Sabtu malam. Darmiaty adalah wanita yang meninggal dunia, diduga karena kelalaian Puskesmas Taweli dalam melakukan pelayanan, sehingga sempat mengakibatkan aksi penyegelan. (FOTO: MAL/HAMID)

PALU – Walikota Palu Hidayat bersama sejumlah kepala OPD Kota Palu menghadiri tahlilan malam ketiga Darmiaty Abutang, wanita hamil yang meninggal dunia di RS Madani Palu,  di rumah duka Jalan Datupalinge, Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli Palu, pada Sabtu (29/7) malam.

Meninggalnya Darmiaty sempat menuai reaksi dari pihak keluarga, yang melakukan aksi segel Puskesmas Tawaeli. Aksi ini dilakukan karena menganggap Puskesmas lamban memberi penanganan dan rujukan ke RS Madani, sehingga mengakibatkan Darmiaty meregang nyawa setelah 14 jam bertahan hidup.

Hidayat mengatakan, terkait persoalan ini dirinya telah memerintahkan kepada Kadis kesehatan untuk melakukan proses pengkajian dan meneliti penyebab kematian almarhumah.

“Saat ini, kasus ini tengah mengkaji dan dalam waktu dekat kita akan dapatkan informasi tentang penyebabnya. Saya berharap kepada semua Puskesmas di Kota Palu untuk dapat melakukan pelayanan secara terbuka, dan tidak ada yang tertutup agar hal seperti ini tidak akan terjadi lagi,” kata Hidayat.

Pemkot Palu saat ini, tambah Walikota tengah konsen dalam melakukan pembenahan di bidang kesehatan dan pendidikan, serta telah mengalokasikan anggaran kedua sektor tersebut.

Dai meminta Kadis Kesehatan memberikan perhatian terhadap kasus ini. Dengan memberikan perbaikan pelayanan di Puskesmas Tawaeli. Selain itu apa yang menjadi kebutuhan di puskesmas itu dapat diidentifikasi.

Menurutnya bahwa dengan pelayanan gratis dari pukul 04.00 sore hingga pukul 08.00 malam itu merupakan upaya untuk mewujudkan pelayanan maksimal, sebagai bentuk komitmen Pemkot dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga Kota Palu.

“Sejauh ini kita sudah memangkas anggaran yang tidak ada manfaatnya, dan kita porsikan lebih besar kepada pendidikan dan kesehatan. Sekalipun hal itu prosentasinya telah lebih besar dari UU yang ada yakni hanya sebesar 10-20 persen dari APBD, namun kedua sektor itu kini telah mendapatkan porsi sebesar 30 persen,” ujarnya.

Kedepan tambah Hidayat, dirinya menginginkan tidak ada lagi masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan terbaik .

Usai memberi sambutan dan ucapan belasungkawa Hidayat juga memberi  bantuan dana pribadinya kepada keluarga  untuk proses pembacana doa almarhumah nantinya. (HAMID)