HALSEL – Kerinduan masyarakat Alkhairaat di Pulau Obi, Halmahera Selatan (Halsel), terhadap sosok Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri, terobati melalui pertemuan dalam Tabligh Akbar dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Maluku Utara.
Kehadiran cucu pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua, itu disambut antusias masyarakat. Tidak hanya warga Desa Kawasi, jamaah dari sejumlah pulau di sekitar Pulau Obi turut hadir untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Hijrah Desa Kawasi tersebut.
Jamaah dari Majelis Taklim Pulau Madopolo, Sambiki, Gomumu, dan Pulau Bisa juga datang untuk mengikuti acara itu. Sebagian di antara mereka menempuh perjalanan laut menggunakan speedboat demi bertemu langsung dengan sosok yang telah lama dinantikan kehadirannya.
Di hadapan jamaah, Habib Alwi mengungkapkan kebahagiaannya dapat bersilaturahmi dengan masyarakat Halmahera Selatan. Menurut dia, wilayah tersebut merupakan bagian dari keluarga besar Alkhairaat. Jejak hubungan itu terlihat dari keberadaan madrasah Alkhairaat yang tersebar di sejumlah pulau di Maluku Utara, termasuk Halmahera Selatan, serta adanya murid Guru Tua yang berasal dari daerah tersebut.
Habib Alwi mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial. Kehadiran jamaah dalam peringatan itu, menurut dia, merupakan bagian dari panggilan Allah SWT untuk berkumpul dalam suasana kebahagiaan dan keberkahan.
“Ini semua karena cinta kita pada sosok Nabi Muhammad SAW yang menjadi panutan kita, karena Allah SWT memuliakannya untuk kebaikan umat di bumi ini,” kata Habib Alwi.
Ia menjelaskan, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesempurnaan iman. Kecintaan tersebut perlu diwujudkan melalui kebiasaan berselawat, mengikuti sunah, serta meneladani petunjuk Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Habib Alwi, keteladanan itu antara lain tercermin dalam upaya menjaga silaturahmi, menghindari prasangka buruk, dan membantu orang-orang yang mengalami kesulitan. Amal kebaikan semacam itu penting untuk terus diperbanyak sebagai bekal kehidupan akhirat.
Peringatan Maulid, lanjutnya, juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperdalam pemahaman agama, mengenal Allah SWT sebagai pencipta, serta mengingat perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan tauhid. Nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah, seperti kejujuran, kesabaran, keadilan, dan kasih sayang, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan itu, Habib Alwi turut menyinggung kehidupan masyarakat yang kini menempati kawasan permukiman baru di Desa Kawasi. Ia mengajak masyarakat mensyukuri kondisi tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah menyediakan kehidupan yang layak dengan dukungan fasilitas yang baik.
“Kita tinggal di tempat pemukiman yang baru di Desa Kawasi ini merupakan kesyukuran, karena pemerintah ingin sesuatu yang baik bagi masyarakatnya, hidup yang layak dengan fasilitas yang baik,” ujarnya.
Selain menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah, Habib Alwi mengingatkan peran pendidikan agama dalam membentuk karakter masyarakat, terutama generasi muda. Pemahaman agama, kata dia, menjadi bekal untuk membedakan hal yang baik dan buruk sekaligus menjaga kedekatan dengan Allah SWT.
Ia secara khusus mengingatkan orang tua agar memperkuat pendidikan agama bagi anak-anak sebagai generasi penerus. Menurut dia, pembinaan tersebut penting di tengah berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kehidupan generasi muda, termasuk penyalahgunaan narkotika.
“Khususnya bagi anak-anak kita sebagai generasi mendatang, bila tidak diisi dengan pendidikan agama, maka sudah pasti akan terpengaruhi. Apalagi dengan kondisi saat ini, narkotika sudah merajalela dan ini bisa merusak generasi kita bila tidak dikuatkan dengan pemahaman agama,” pesan Habib Alwi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum Yayasan Alkhairaat Sis Aljufri, H. Asgar Bashir Khan, yang juga merupakan salah satu unsur ketua di Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Sekretaris Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Halmahera Selatan, Camat Obi, Kepala Desa Kawasi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh masyarakat, serta sejumlah perwakilan Harita Group.
