PALU – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Palu Tahun 2027, Senin (30/03).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kantor Wali Kota Palu tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, Irmayanti Pettalolo, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan lainnya.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, mengatakan, Musrenbang RKPD merupakan puncak dari rangkaian proses perencanaan pembangunan yang dimulai dari tingkat bawah hingga tingkat kota.

“Rencana pembangunan daerah harus mengacu pada visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang telah tertuang dalam RPJMD, serta terhubung dengan RPJPD kita, yang mengantarkan Kota Palu menjadi kota global sesuai kesepakatan bersama,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya Musrenbang yang bersifat akomodatif dan mampu menyerap seluruh aspirasi masyarakat.

Hadi meminta agar seluruh perangkat daerah, termasuk Bappeda, dapat memahami dan mengintegrasikan program prioritas, khususnya program 53+35, dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.

“Musrenbang diharapkan mampu mengakomodir seluruh harapan masyarakat dan mengaitkannya dengan program prioritas kita,” tambahnya.

Untuk mewujudkan Palu sebagai kota global, kata Hafi, terdapat berbagai indikator yang harus dipenuhi, termasuk indikator nasional.

Selain itu Hadi juga menerangkan bahwa programnya pada periode pertama akan terus dilanjutkan dan diperkuat pada periode kedua.

“Semua indikator harus tercapai dan tergambarkan dalam dokumen perencanaan seperti LPPD, LKPPD, maupun SAKIP kita,” jelasnya.

Hadi optimistis jika seluruh tahapan perencanaan dilaksanakan dengan baik, maka Musrenbang yang dilakukan telah berada pada koridor yang tepat dalam mewujudkan pembangunan daerah.

Pemkot Palu, tambah Hadi, berkomitmen untuk menjadikan Palu sebagai kota global yang tangguh, maju, dan berkelanjutan pada tahun 2045.

Hal tersebut tercermin dalam berbagai konsep pengembangan kota seperti smart city, livable city, resilient city, geopark city, hub city, dan green city.

Hadianto mengajak seluruh peserta untuk mengikuti musrenbang dengan sungguh-sungguh, tidak sekadar sebagai formalitas, melainkan sebagai wadah untuk membangun kesamaan pemikiran dan perencanaan yang matang.

“Saya mengajak kita semua untuk melaksanakan dan mengikuti Musrenbang ini dengan sebaik-baiknya, bukan hanya sebagai penggugur kewajiban, tetapi sebagai sarana membangun konsep pemikiran yang sama, sehingga apa yang direncanakan dapat kita wujudkan dengan baik dan memiliki timeline yang jelas,” tutupnya.

Dia menambahkan bahwa periode ini merupakan masa terakhir kepemimpinannya, sehingga seluruh proses perencanaan pembangunan diharapkan dapat dimaknai dan dilaksanakan secara optimal demi kemajuan Kota Palu ke depan. ***