PALU,– Ikatan Alumni–Abnaul Khairaat Alumni Timur Tengah (IKAAL Timteng) sukses menggelar kegiatan Reuni dan Silaturrahim dengan tema “Meneguhkan Ikatan Ilmu dan Ukhuwah, Menghidupkan Warisan Perjuangan Habib Idrus bin Salim Al Jufri”, Rabu (1/4) kemarin.

Acara yang berlangsung di Aula Fakultas Agama Islam, Universitas Alkhairaat (UNISA), Palu, ini dihadiri oleh sekitar 70 alumni yang menempuh pendidikan di berbagai negara Timur Tengah, termasuk Madinah, Mesir, Maroko, dan Yaman.

Hadir sebagai pembicara utama, Habib Dr. Salim Seggaf Al Jufri, M.A., yang memberikan pesan mendalam mengenai kualitas spiritual seorang pejuang dakwah.

Beliau menekankan pentingnya menjadi hamba yang mukhlasin—yaitu mereka yang ikhlas dan senantiasa dalam penjagaan Allah. Menurutnya, karakter ini adalah kunci agar perjuangan tidak mudah goyah oleh gangguan apapun.

“Segala sesuatu yang dilakukan secara jama’i (kolektif/bersama-sama) insyaallah berkah,” ujar Habib Salim dalam pesan edukasinya.

Beliau juga memaparkan tiga pilar keberhasilan dalam mengelola organisasi dan gagasan, yaitu: Al-Iradah (tujuan yang jelas), Al-Idarah (manajemen dan strategi yang baik), serta Husnut Takhthith (perencanaan yang baik).

Lebih lanjut, Habib Salim mengingatkan para alumni untuk menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan pendapat, mengutip pesan Imam Syafi’i bahwa “Mengambil hati seseorang jauh lebih baik daripada kita menang sendiri”.

Habib juga menegaskan bahwa setiap alumni Alkhairaat memikul tanggung jawab untuk menjaga dan menghidupkan warisan pendidikan serta dakwah dari Habib Idrus bin Salim Al Jufri atau Guru Tua.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IKAAL Pusat, Dr. Abdul Gafar Mallo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertemuan ini. Ia memberikan kabar strategis bahwa organisasi IKAAL kini telah resmi terdaftar sebagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Hal ini memperkuat posisi IKAAL sebagai wadah resmi yang menghimpun potensi alumni Alkhairaat secara nasional.

Sementara itu, Ketua IKAAL Timur Tengah, Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc., M.HI., menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan kegiatan perdana yang diproyeksikan akan menjadi agenda rutin tahunan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dilakukan setiap selesai pelaksanaan Haul Guru Tua untuk menyambungkan hati dan memaksimalkan kontribusi antar Abnaul Khairaat, khususnya alumni Timur Tengah,” jelasnya.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya KH. Dr. Khairan M Arif, MA., KH. Zainuddin Tambuala, Lc., M.A., dan KH. Qasim Shaleh Lahido, Lc, MA., Ph.D., serta jajaran akademisi dari Universitas Alkhairaat.

Pertemuan diakhiri dengan semangat untuk memperkuat jejaring (networking) antar alumni agar dapat saling melengkapi dalam berbagai bidang, baik di dunia pendidikan, ekonomi, maupun politik.

Ikatan Alumni–Abnaul Khairaat (IKAAL) adalah organisasi yang menghimpun para alumni dan abna (putra-putri) lembaga pendidikan Alkhairaat. IKAAL berkomitmen untuk melanjutkan misi dakwah, pendidikan, dan sosial yang telah dirintis oleh pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Al Jufri (Guru Tua).